Showing posts with label fruit. Show all posts
Showing posts with label fruit. Show all posts
Wednesday, April 10, 2013
GRATIS: Pelatihan Budidaya Pepaya Langsung Praktek di Kebun
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
Pepaya
Friday, May 29, 2009
Pemupukan Tanaman Pepaya (II)
Pupuk Organik, Ramuan dan Aplikasinya
Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada LSM Daun Talas telah memberikan kesempatan kepada petani saya (petani Pepaya) untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kedua, izinkan saya materi pelatihan yang telah diberikan kepada petani saya untuk dapat disebarluaskan melalui blog ini blog.agroprima.com, mudah-mudahan berguna dan dapat diaplikasikan oleh petani-petani kita di seluruh nusantara baik petani pepaya maupun petani lainnya sehingga terciptanya agro ekosistem dimana akan terjadi keselarasan menuju keseimbangan alami. Alam yang sudah tersusun dari berbagai komponen diharapkan berjalan selaras. Tiap komponen memiliki peran saling melengkapi dan memberi sinergi untuk keseimbangan secara optimal dan berkelanjutan.
Fenomena Pemupukan di Indonesia
Kegiatan usaha tani yang intensif telah mendorong pemakaian pupuk an-organik terus meningkat. Hal ini menunjukan penggunaan pupuk an-organik makin lama makin tidak efisien karena tidak sebanding dengan kenaikan hasil panen. Akibat jangka panjang dari pemakaian pupuk an-organik yang berlebihan akan mengakibatkan penimbunan residu dalam tanah sehingga daya dukung tanah terhadap tanaman tidak sempurna sehingga mengurangi produktivitas lahan.
Penggunaan pupuk an-organik yang semakin tinggi yang tidak berimbang menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap hama penyakit. Konsekuensinya untuk menghadapi hama dan penyakit yang semakin berkembang maka pestisida mulai digunakan secara rutin dalam melindungi tanaman. Selanjutnya untuk memperoleh hasil panen tinggi diperlukan biaya tinggi, seperti pupuk an-organik dengan dosis tinggi dan ketergantungan pestisida juga sangat tinggi. Oleh karena itu sistem ini sangat beresiko, hasil panen cenderung turun.
Pupuk Organik
Masukan bahan organik akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sehingga kapasitas penyangga tanah semakin tinggi. Masukan bahan organik kedalam tanah juga dapat menurunkan derajat keasaman tanah. Tanah menjadi gembur. Dalam praktek masukan bahan organik dapat berupa sisa tanaman dan limbah pertanian, yang tersedia di lokasi tersebut atau berasal dari tempat lain.
Bahan organik umumnya ditemukan di permukaan tanah, jumlahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 3-5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat tanah besar sekali, al:
Pupuk bokasi kandang
Bahan:
Dosis aplikasi pupuk organik antara 0,5-2 kg/m2.
Adapun caranya sbb.: Mula-mula pupuk disebarkan diatas tanah dengan dosis 0,5-2kg/m2 setelah disebar segera dicocok (dikecroh) agar tidak terkena sinar matahari terlalu lama, bakteri yang terkandung dalam pupuk organik akan mati kalau terlalu lama kena sinar ultraviolet.
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Pupuk Organik
Keuntungan: Menahan unsur hara baik makro atau mikro dan memperbaiki struktur tanah. Meningkatkan kapasitas kation, menambah kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan kegiatan biologis tanah, dapat menurunkan jeratan keasaman tanah.
Kerugian: Karena kandungan hara rendah pupuk yang dibutuhkan cukup banyak hal ini berakibat biaya ekonomi dan perhitungan dosis agak susah.
=============================================
Beberapa situs/blog yang mengetengahkan cara pembuatan pupuk organik
Read more ........
Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada LSM Daun Talas telah memberikan kesempatan kepada petani saya (petani Pepaya) untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kedua, izinkan saya materi pelatihan yang telah diberikan kepada petani saya untuk dapat disebarluaskan melalui blog ini blog.agroprima.com, mudah-mudahan berguna dan dapat diaplikasikan oleh petani-petani kita di seluruh nusantara baik petani pepaya maupun petani lainnya sehingga terciptanya agro ekosistem dimana akan terjadi keselarasan menuju keseimbangan alami. Alam yang sudah tersusun dari berbagai komponen diharapkan berjalan selaras. Tiap komponen memiliki peran saling melengkapi dan memberi sinergi untuk keseimbangan secara optimal dan berkelanjutan.
Fenomena Pemupukan di Indonesia
Kegiatan usaha tani yang intensif telah mendorong pemakaian pupuk an-organik terus meningkat. Hal ini menunjukan penggunaan pupuk an-organik makin lama makin tidak efisien karena tidak sebanding dengan kenaikan hasil panen. Akibat jangka panjang dari pemakaian pupuk an-organik yang berlebihan akan mengakibatkan penimbunan residu dalam tanah sehingga daya dukung tanah terhadap tanaman tidak sempurna sehingga mengurangi produktivitas lahan.
Penggunaan pupuk an-organik yang semakin tinggi yang tidak berimbang menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap hama penyakit. Konsekuensinya untuk menghadapi hama dan penyakit yang semakin berkembang maka pestisida mulai digunakan secara rutin dalam melindungi tanaman. Selanjutnya untuk memperoleh hasil panen tinggi diperlukan biaya tinggi, seperti pupuk an-organik dengan dosis tinggi dan ketergantungan pestisida juga sangat tinggi. Oleh karena itu sistem ini sangat beresiko, hasil panen cenderung turun.
Pupuk Organik
Masukan bahan organik akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sehingga kapasitas penyangga tanah semakin tinggi. Masukan bahan organik kedalam tanah juga dapat menurunkan derajat keasaman tanah. Tanah menjadi gembur. Dalam praktek masukan bahan organik dapat berupa sisa tanaman dan limbah pertanian, yang tersedia di lokasi tersebut atau berasal dari tempat lain.
Bahan organik umumnya ditemukan di permukaan tanah, jumlahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 3-5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat tanah besar sekali, al:
- Sebagai operator, yaitu memperbaiki struktur tanah.
- Sebagai penyedia sumber hara, makro dan mikro.
- Menambah kemampuan tanah dalam menahan air.
- Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara (melepas hara sesuai kebutuhan tanah).
- Sumber energi bagi mikro organisme.
Pupuk bokasi kandang
Bahan:
- Pupuk kandang
- Katul
- Arang sekam
- EM4
- Tetes tebu
- Air secukupnya
- Larutkan EM4 dan Tetes Tebu dalam air masing-masing 1 liter untuk 1 tanki (1 ltr/1 ton)
- Pupuk kandang, katul dan arang sekam dicampur merata
- Siram larutan EM4 dan tetes ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air dalam adonan mencapai 35-40% dengan ciri-ciri bila dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila dilepas maka adonan akan megar.
- Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian +/- 30 cm kemudian air ditutup dengan karung goni selama 5-7 hari.
- Untuk mempertahankan suhu, adonan dibolak balik, kemudian ditutup dengan karung goni, suhu air diatas 50 drajat C selama 5 jam dapat mengakibatkan bokasi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan.
Dosis aplikasi pupuk organik antara 0,5-2 kg/m2.
Adapun caranya sbb.: Mula-mula pupuk disebarkan diatas tanah dengan dosis 0,5-2kg/m2 setelah disebar segera dicocok (dikecroh) agar tidak terkena sinar matahari terlalu lama, bakteri yang terkandung dalam pupuk organik akan mati kalau terlalu lama kena sinar ultraviolet.
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Pupuk Organik
Keuntungan: Menahan unsur hara baik makro atau mikro dan memperbaiki struktur tanah. Meningkatkan kapasitas kation, menambah kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan kegiatan biologis tanah, dapat menurunkan jeratan keasaman tanah.
Kerugian: Karena kandungan hara rendah pupuk yang dibutuhkan cukup banyak hal ini berakibat biaya ekonomi dan perhitungan dosis agak susah.
=============================================
Beberapa situs/blog yang mengetengahkan cara pembuatan pupuk organik
- Wonogiri Berseri
- studiolanskap.or.id
- Isroi, Berbagi tak pernah rugi
- Denpasarkota.go.id
Sumber: blog UD Prima Agro : http://blog.agroprimka.com
Read more ........
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
Pepaya
Wednesday, April 8, 2009
Syarat Ideal Tumbuh Tanaman Pepaya
Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah, oleh karenanya dimana pun hampir di seluruh wilayah tanah air kita dapat ditanami tanaman pepaya, namun demikian untuk idealnya kita bisa mencari daerah-daerah yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman pepaya agar tanaman pepaya dapat menghasilkan buah yang maksimal dan berkualitas baik, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi kita. Oleh karena itu sebelum memulai membudidayakan tanaman pepaya kiranya perlu memperhatikan hal-hal sbb:
- Tanaman pepaya memiliki adaptasi terhadap lingkungan sehingga pepaya dapat tumbuh mulai 0-1.000 m dpl bahkan sampai ketinggian 1.500 m dpl, namun idealnya ketinggian tanah tidak kurang atau lebih antara 600-700 m dpl, umumnya pepaya yang dihasilkan diatas 700 m dpl buahnya kurang baik demikian lupa yang ditanam di bawah 600 m dpl. Seperti terlihat pada gambar di bawah.
- Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati. Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati.
- Keadaan tanah yang ideal adalah tanah-tanah latosol/laterit merah, ringan dan gembur dengan pH mendekati netral (6-7) serta subur banyak mengandung bahan organik (humus). Tanah yang lembab akan baik untuk pertumbuhan pohon pepaya.
- Iklim. Tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis terutama terhadap suhu dan kelembaban. Tanaman pepaya memerlukan pencahayaan penuh 100%, artinya harus langsung terkena sinar matahari/tempat terbuka, suhu udara berkisar 22-26°C.
- Curah hujan antara 1.000-2.000 mm pertahun. Daerah yang lembab dan curah hujan cukup tinggi produksi buah akan baik demikian pula terhadap daerah yang mempunyai curah hujan merata sepanjang tahun akan lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya.
- Angin sangat berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena akan menerbangkan tepung sari. Namun demikian angin yang terlalu keras akan mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu harus ada pohon-pohon pelindung pepaya dari terpaan angin kencang.
Tanaman Pepaya yang di tanam di dataran tinggi
Nah.... bagaimana, siap Anda jadi petani pepaya? bagaimana kalau daerah Anda kurang ideal, jangan takut... masih bisa diupayakan:
- Ada daerah-daerah yang kami coba garap ternyata kurang bagus/ideal tapi kami coba tanama, misalkan susah mendapatkan air, kami membuat pompa air seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Pemasangan mesin pompa air di kedalaman lk. 3m untuk penyiraman
- Tanah yang becek diupayakan pembuatan drainase yang baik, buat saluran air yang dalam. terhadap pH <6 perlu dilakukan pengapuran sehingga mencapai pH ideal.
Penanaman pepaya di daerah yang cukup ideal akan menghasilkan buah yang baik
Bila semua sudah siap, ada satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian serius yaitu tersedianya sarana dan prasaran produksi, mudahnya transportasi ke lokasi serta keamanan dari lingkungan sosial masyarakat sekitar perkebunan pepaya. Ini kami mengalami sendiri, dimana syarat-syarat tumbuh telah terpenuhi namun kami lupa terhadap faktor keamanan, tidak sedikit buah pepaya kami dicuri oleh masyarakat sekitar.
Bagaiman? siap Anda membudidayakan pepaya dan jadi petani?
Label:
agribisnis,
Education,
food,
fruit,
Pepaya
Tuesday, April 7, 2009
Membuat Bibit Sendiri
Penyiapan Bibit
Cara Penyiapan Bibit
Biji yang akan dijadikan benih diambil dari 2/3 bagian buah, 1/3 bagian pangkal tidak digunakan. Sebaiknya sebelum di potong buah pepaya diguncang-gunjangkan terlebih dahulu dan biji yang rontok tidak dipakai.
Di dalam wadah biji akan terlihat ada sebagian yang mengambang dan ada yang tenggelam. Maka kita lakukan pemisahan kembali, yang mengambang kita sisihkan atau dibuang karena tidak akan kita jadikan bibit. Terhadap yang tenggelam kita pindahkan ke sebuah wadah, inilah biji-biji pepaya yang nantinya kita akan jadikan benih.
Penyimpanan Benih
Apabila biji-biji tadi tidak digunakan langsung perlu disimpan atau diawetkan dengan baik dengan cara: setelah dicuci dan dikeringkan biji dicampur dengan abu dapur secukupnya lalu disimpan dalam botol berwarna hijau/biru (warna gelap), atau kantong plastik dan masukan dalam kaleng yang tertutup rapat.
Sumber: http://blog.agroprima.com/
--------------------------------------------------
Label:
agribisnis,
Education,
food,
fruit,
Pepaya
Wednesday, January 28, 2009
Jadi Petani
Banyak pelajaran dari orang-orang yang telah menjalani pensiunan, kebanyakan mereka bingung apa yang hendak diperbuat. Setelah pensiun baru memikirkan kegiatan apa yang akan dilakukan, sedangkan usia sudah hampir memasuki 60 tahun dan tenaga sudah dipastikan terus kerkurang, juga yang tidak kalah penting adalah dana, kegiatan usaha sekecil apapun sudah dipastikan memerlukan dana. Apakah sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, kebanyakan mereka belum mempersiapkan apalagi seorang PNS jangankan menyisakan gaji untuk ditabung, untuk keperluan sehari-hari saja kebanyakan tidak mencukupi. Bahkan ada yang mengandalkan pada anaknya "Saya pensiun nanti, anak saya kan udah bekerja".
Jadi petani!... Apa yang ada dibenak sebelumnya memang benar adanya, saya harus bergumul dengan tanah, mencangkul, merawat tanaman, membawa hasilnya ke pasar, berpanas-panasan dan adakalanya kehujanan. Ini sebuah keputusan yang pada awalnya berat namun setelah dilakoni ternyata "kenapa tidak dari dulu jadi pertani", memang hasil dari bertani tidak bisa disamakan dengan penghasilan seorang konglomerat yang bisa terpenuhi segala keinginannya. Akan tetapi ada hasil yang tidak dapat diukur dengan uang adalah suatu kebanggaan tersendiri yang telah saya dapatkan yakni berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada para buruh tani, yang pada akhirnya memberikan nafkah para buruh tani itu sendiri beserta sanak keluarganya.
Jadilah petani... Diawali dengan kekhawatiran yang mendalam, sekarang justru menjadikan motivasi yang sangat kuat untuk terus menggeluti dunia pertanian. Memimpikan suatu saat kelak memiliki perkebunan yang luas, dapat menyerap tenaga kerja atau buruh sebanyak-banyaknya sekaligus dapat mensejahterakan buruh tani serta para sanak keluarganya, dan yang tidak kalah penting dapat bersaing dengan produk-produk luar/impor.
Jadilah petani... Indah sekali bila kita melihat hamparan tanaman pepaya yang serba hijau, buah yang lebat-lebat dan udara sejuk yang jauh dari polusi, yang sebelumnya saya lihat hanyalah hampara hutan beton yang menjulang tinggi dan pemandangan kemacetan lalulintas di seluruh pelosok ibu kota. Kini dengan bertani menjadi suatu kebanggan dan menjadi pekerjaan yang menyenangkan, dikelilingi oleh pemandangan alam pegunungan yang serba hijau yang menyejukkan dan bercengrama dengan para buruh tani meskipun berpeluh dengan keringat, anak-anak saya riang bermain di kebun.
Namun... Sangat disayangkan petani masih saja sering dinomor
Inilah salah satu impian dan tantangan saya kedepan, saya harus lebih dapat lebih banyak lagi memberikan peluang lapangan pekerjaan sebesar-besarnya baik buruh tani, pedagang buah-buahan dan menjadikan produk pertanian kita unggul dalam segala hal.
Nah...... Siapkah Anda jadi petani!? kenapa takut.
sumber: http://blog.agroprima.com
Label:
agribisnis,
Education,
fruit,
Pepaya
Tuesday, January 6, 2009
Tingkatkan Konsumsi Buah dan Sayur Melalui Juice
Studi empiris telah membuktikan khasiat buah-buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral terhadap kesehatan tubuh. Namun hasil pengamatan mengenai pola konsumsi pangan di Indonesia menunjukan bahwa porsi konsumsi masyarakat masih dititik beratkan pada sumber karbohidrat. Kita sadar betul bahwa pemecahan masalah pangan dan gizi memerlukan partisipasi seluruh masyarakat untuk menggugah perhatian masyarakat akan peranan buah dan sayur dalam konsumsi pangan kita dan penggalakkannya antara lain melalui juice buah dan sayur.
Juice sayuran dan buah-buahan, sebenarnya bukanlah teknologi baru bagi kita orang Indonesia. Hanya istilahnya saja yang baru. Nenek moyang kita sudah terbiasa dengan minum jamu, dan jamu ini memang merupakan salah satu jenis pangan sehat (health food). Diantara banyak macam jamu, beberapa diantaranya disiapkan dalam bentuk juice. Kita ambil contoh beras kencur, adalah juice dari beras dan kencur ditambah bahan-bahan lain yang dinilai bermanfaat atau dapat meningkatkan cita rasanya. Secara tradisional, beras kencur disiapkan dengan menggiling beras dan kencur dengan batu giling, sehingga bukan hanya cairannya saja yang diminum, tetapi termasuk jaringan bahannya. Secara tradisional banyak dari jamu-jamu itu dalam bentuk juice, dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat atau yang meningkatkan kesehatan/kebugaran (hortus medicus). Dari daun, batang, rimpang, biji atau buahnya, bahkan dari akarnya, jamu-jamu itu dipersiapkan. Negara kita kaya akan jenis-jenis tanaman hortus medicus, yang tinggi khasiatnya. Karena itu, juice dari jenis ini yang berkembang lebih dulu dimasyarakat kita.
Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa disamping tanaman hortus medicus, ternyata sayuran dan buah-buahan mengandung zat gizi yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ilmu pengetahuan modern yang mampu mendeteksi zat gizi mikro dalam bahan makanan walaupun ketersediaan sangat kecil, namun zat gizi tersebut sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Ilmu ini berkembang terus, dan sekarang mencapai tahap untuk dapat mengetahui lebih jauh kegunaan dari zat gizi mikro bagi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan manusia. Sebagai contoh, sekarang di negara kita telah dipelajari pengaruh zat gizi mikro terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak pada janin/bayi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada begitu banyak ragam minuman ringan atau soft drink, baik minuman yang terbuat dari bahan alami seperti teh, kopi, coklat dan lain lain maupun minuman buatan seperti Coca-Cola, Rc Cola, Fanta, Sprite dan lain-lain. Sebagian dari minuman tersebut hanya mengandung sirup, gas asam arang sebagai penyegar dan zat perasa buatan. Sebagian lagi mengandung alkaloid (zat dari tanaman) seperti tein, cafein yang mempunyai efek menyegarkan sementara, ataupun alkaloid buatan seperti cola. Alkaloid alami maupun buatan hanyalah mempunyai efek menyegarkan untuk sementara, dan tidak ada pengaruhnya terhadap penyehatan.
Kalau kita merasa lebih segar setelah minum kopi atau teh panas, itu hanya pengaruh sementara, dan kita tidak menjadi makin sehat atau makin bugar karena minuman tersebut. Rasa segar tersebut hanyalah rasa saja, sebenarnya badan kita tidak mengalami perbaikan status kesehatan, kalau badan dalam keadaan sakit sebenarnya ya tetap sakit. Karena itu ada yang mengatakan soft drink (yang terbuat dari alkaloid buatan atau zat perasa buatan) adalah garbage (sampah).
Jadi kita mesti tahu, zat gizi yang ada pada soft drink hanyalah gula, atau sumber enersi saja. Setelah kita tahu tentang soft drink, dan kita juga tahu tentang jamu, maka dengan berkembangnya alat-alat rumah tangga bertenaga listrik, sekarang kita dapat dengan mudah menyiapkan minuman ataupun makanan yang lebih beragam.
Salah satu minuman yang populer di kedai-kedai makan sekarang ialah juice buah-buahan. Juice buah-buahan ini biasanya dihidangkan sebagai minuman dingin. Sebenarnya, juice tidak hanya dibuat dari buah-buahan saja. Kita juga dapat membuat juice sayur-sayuran. Dibeberapa tempat sudah dikenal minuman yang dibuat dari kedelai dan dikenal sebagai air tahu atau susu kedelai.
Ternyata jenis minuman ini besar manfaatnya bagi kesehatan, sejalan dengan diketahuinya manfaat dari sayuran dan buah-buahan dari hasil-hasil penelitian modern. Dari hasil-hasil penelitian, ternyata sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Disamping itu produk tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat. Zat gizi dan serat tersebut sangat berperan dalam proses fisiologis tubuh manusia, dan sangat menentukan tingkat kesehatan manusia.
Dari hasil-hasil penelitian telah diketahui al.:
Sedang mineral yang penting al.:
Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan darah merah, Kalsium dan Fosfor diperlukan untuk pembentukan jaringan dan pertumbuhan, Yodium diperlukan dalam pengaturan hormon dan lain-lain.
Disamping itu, dari hasil-hasil penelitian telah dibuktikan bahwa; kekurangan vitamin dan mineral dapat melemahkan pertahanan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit. Selain vitamin dan mineral dikenal pula substansi "serat" yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Serat berperan dalam pencernaan manusia, agar sisa makanan tidak terlalu lama berada dalam tubuh manusia. Bila sisa makanan terlalu lama berada di pencernaan manusia, maka zat-zat yang semestinya segera dibuang bersama kotoran manusia, akan diserap dan merupakan racun dalam tubuh manusia.
Disamping bahan-bahan yang meracuni tubuh seperti diatas, ternyata masih banyak lagi zat-zat racun yang masuk dalam tubuh kita. Zat-zat racun tersebut disebabkan al.:
Juice dari sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan bentuk yang menguntungkan, karena bahan masih dalam keadaan segar sehingga vitamin dan mineral tidak banyak yang rusak. Disamping itu dengan juice, kita akan memperoleh serat kasar yang cukup, yang bersama sama zat-zat lain tercampur dalam air dengan jumlah yang cukup banyak. Kondisi tersebut sangat baik untuk percepatan aliran makanan dalam pencernaan dan proses netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh kita. Netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh manusia ini dikenal dengan istilah detoksifikasi (detoxifi-cation).
Detoksifikasi ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kita tahu agama-agama dengan ajaran masing-masing mewajibkan kepada pengikutnya untuk melakukan pengaturan makan dan pangannya, seperti puasa, haram/halal, makanan terlarang dan lain lain. Walaupun tujuan utama dari amalan tersebut adalah untuk tujuan kerohanian, tetapi ternyata amalan-amalan tersebut mempunyai dampak positif terhadap kesehatan, dan terutama terhadap proses detoksifikasi.
Perkembangan jaman kemudian menunjukkan bahwa sayur-sayuran dan buah-buahan ternyata sangat berperan dalam proses detoksifikasi ini. Sekarang sudah banyak dikenal juice therapi, one day cleansing, three day cleansing dsb, yang pada hakekatnya ialah meningkatkan kesehatan dengan diet juice sayuran dan buah-buahan. Karena itu usaha untuk membiasakan meminum juice sayuran dan buah-buahan, akan merupakan langkah positif dalam usaha meningkatkan sumberdaya manusia, terutama kesehatannya.
Begitu bermanfaatnya juice ini, dan dikaitkan dengan kekayaan bangsa kita akan makanan yang sehat dan bergizi, saya mengharapkan pada masyarakat untuk dapat ikut menggalakkan konsumsi juice buah dan sayur yang banyak manfaatnya bagi kesehatan.
------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com
Read more ........
Juice sayuran dan buah-buahan, sebenarnya bukanlah teknologi baru bagi kita orang Indonesia. Hanya istilahnya saja yang baru. Nenek moyang kita sudah terbiasa dengan minum jamu, dan jamu ini memang merupakan salah satu jenis pangan sehat (health food). Diantara banyak macam jamu, beberapa diantaranya disiapkan dalam bentuk juice. Kita ambil contoh beras kencur, adalah juice dari beras dan kencur ditambah bahan-bahan lain yang dinilai bermanfaat atau dapat meningkatkan cita rasanya. Secara tradisional, beras kencur disiapkan dengan menggiling beras dan kencur dengan batu giling, sehingga bukan hanya cairannya saja yang diminum, tetapi termasuk jaringan bahannya. Secara tradisional banyak dari jamu-jamu itu dalam bentuk juice, dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat atau yang meningkatkan kesehatan/kebugaran (hortus medicus). Dari daun, batang, rimpang, biji atau buahnya, bahkan dari akarnya, jamu-jamu itu dipersiapkan. Negara kita kaya akan jenis-jenis tanaman hortus medicus, yang tinggi khasiatnya. Karena itu, juice dari jenis ini yang berkembang lebih dulu dimasyarakat kita.
Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa disamping tanaman hortus medicus, ternyata sayuran dan buah-buahan mengandung zat gizi yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ilmu pengetahuan modern yang mampu mendeteksi zat gizi mikro dalam bahan makanan walaupun ketersediaan sangat kecil, namun zat gizi tersebut sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Ilmu ini berkembang terus, dan sekarang mencapai tahap untuk dapat mengetahui lebih jauh kegunaan dari zat gizi mikro bagi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan manusia. Sebagai contoh, sekarang di negara kita telah dipelajari pengaruh zat gizi mikro terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak pada janin/bayi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada begitu banyak ragam minuman ringan atau soft drink, baik minuman yang terbuat dari bahan alami seperti teh, kopi, coklat dan lain lain maupun minuman buatan seperti Coca-Cola, Rc Cola, Fanta, Sprite dan lain-lain. Sebagian dari minuman tersebut hanya mengandung sirup, gas asam arang sebagai penyegar dan zat perasa buatan. Sebagian lagi mengandung alkaloid (zat dari tanaman) seperti tein, cafein yang mempunyai efek menyegarkan sementara, ataupun alkaloid buatan seperti cola. Alkaloid alami maupun buatan hanyalah mempunyai efek menyegarkan untuk sementara, dan tidak ada pengaruhnya terhadap penyehatan.
Kalau kita merasa lebih segar setelah minum kopi atau teh panas, itu hanya pengaruh sementara, dan kita tidak menjadi makin sehat atau makin bugar karena minuman tersebut. Rasa segar tersebut hanyalah rasa saja, sebenarnya badan kita tidak mengalami perbaikan status kesehatan, kalau badan dalam keadaan sakit sebenarnya ya tetap sakit. Karena itu ada yang mengatakan soft drink (yang terbuat dari alkaloid buatan atau zat perasa buatan) adalah garbage (sampah).
Jadi kita mesti tahu, zat gizi yang ada pada soft drink hanyalah gula, atau sumber enersi saja. Setelah kita tahu tentang soft drink, dan kita juga tahu tentang jamu, maka dengan berkembangnya alat-alat rumah tangga bertenaga listrik, sekarang kita dapat dengan mudah menyiapkan minuman ataupun makanan yang lebih beragam.
Salah satu minuman yang populer di kedai-kedai makan sekarang ialah juice buah-buahan. Juice buah-buahan ini biasanya dihidangkan sebagai minuman dingin. Sebenarnya, juice tidak hanya dibuat dari buah-buahan saja. Kita juga dapat membuat juice sayur-sayuran. Dibeberapa tempat sudah dikenal minuman yang dibuat dari kedelai dan dikenal sebagai air tahu atau susu kedelai.
Ternyata jenis minuman ini besar manfaatnya bagi kesehatan, sejalan dengan diketahuinya manfaat dari sayuran dan buah-buahan dari hasil-hasil penelitian modern. Dari hasil-hasil penelitian, ternyata sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Disamping itu produk tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat. Zat gizi dan serat tersebut sangat berperan dalam proses fisiologis tubuh manusia, dan sangat menentukan tingkat kesehatan manusia.
Dari hasil-hasil penelitian telah diketahui al.:
- Vitamin-A dapat menghindarkan kanker, dan menghaluskan kulit/selaput lendir,
- Vitamin-E dan karoten dapat melindungi jaringan tubuh terhadap oksidasi,
- Vitamin-B12 berfungsi dalam pembentukan darah merah,
- Vitamin-C berfungsi dalam penyembuhan bagian tubuh/jaringan yang sakit atau rusak dan lain-lain.
Sedang mineral yang penting al.:
Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan darah merah, Kalsium dan Fosfor diperlukan untuk pembentukan jaringan dan pertumbuhan, Yodium diperlukan dalam pengaturan hormon dan lain-lain.
Disamping itu, dari hasil-hasil penelitian telah dibuktikan bahwa; kekurangan vitamin dan mineral dapat melemahkan pertahanan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit. Selain vitamin dan mineral dikenal pula substansi "serat" yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Serat berperan dalam pencernaan manusia, agar sisa makanan tidak terlalu lama berada dalam tubuh manusia. Bila sisa makanan terlalu lama berada di pencernaan manusia, maka zat-zat yang semestinya segera dibuang bersama kotoran manusia, akan diserap dan merupakan racun dalam tubuh manusia.
Disamping bahan-bahan yang meracuni tubuh seperti diatas, ternyata masih banyak lagi zat-zat racun yang masuk dalam tubuh kita. Zat-zat racun tersebut disebabkan al.:
- Makanan yang kita makan yang mengandung zat-zat racun atau logam berat
- Mikro organisme yang mencemari makanan kita
- Racun dari udara akibat polusi, terutama di kota-kota besar Racun-racun tersebut oleh tubuh harus dinetralisir atau dihancurkan oleh kekuatan proses kerja organ tubuh. Zat-zat racun tersebut untuk proses netralisasi dan penghancurannya memerlukan vitamin-vitamin dan mineral-mineral tertentu. Karena itu dalam proses hidup ini, agar kita tetap senantiasa sehat kita harus mengatur makan, termasuk memakan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan.
Juice dari sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan bentuk yang menguntungkan, karena bahan masih dalam keadaan segar sehingga vitamin dan mineral tidak banyak yang rusak. Disamping itu dengan juice, kita akan memperoleh serat kasar yang cukup, yang bersama sama zat-zat lain tercampur dalam air dengan jumlah yang cukup banyak. Kondisi tersebut sangat baik untuk percepatan aliran makanan dalam pencernaan dan proses netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh kita. Netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh manusia ini dikenal dengan istilah detoksifikasi (detoxifi-cation).
Detoksifikasi ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kita tahu agama-agama dengan ajaran masing-masing mewajibkan kepada pengikutnya untuk melakukan pengaturan makan dan pangannya, seperti puasa, haram/halal, makanan terlarang dan lain lain. Walaupun tujuan utama dari amalan tersebut adalah untuk tujuan kerohanian, tetapi ternyata amalan-amalan tersebut mempunyai dampak positif terhadap kesehatan, dan terutama terhadap proses detoksifikasi.
Perkembangan jaman kemudian menunjukkan bahwa sayur-sayuran dan buah-buahan ternyata sangat berperan dalam proses detoksifikasi ini. Sekarang sudah banyak dikenal juice therapi, one day cleansing, three day cleansing dsb, yang pada hakekatnya ialah meningkatkan kesehatan dengan diet juice sayuran dan buah-buahan. Karena itu usaha untuk membiasakan meminum juice sayuran dan buah-buahan, akan merupakan langkah positif dalam usaha meningkatkan sumberdaya manusia, terutama kesehatannya.
Begitu bermanfaatnya juice ini, dan dikaitkan dengan kekayaan bangsa kita akan makanan yang sehat dan bergizi, saya mengharapkan pada masyarakat untuk dapat ikut menggalakkan konsumsi juice buah dan sayur yang banyak manfaatnya bagi kesehatan.
------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com
Read more ........
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
health
Monday, December 15, 2008
Jus buah vs Soft Drink
Buah itu enak dan perlu. Enak karena dari bayi sampai dewasa menyukai buah. Perlu karena buah itu mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia bahkan penelitian terakhir buah berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit antara lain kanker dan stroke. Beberapa jenis sayuran tertentu juga dapat dibuat Juice (jus) yang tidak kalah enaknya dengan buah.
Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mempopulerkan konsumsi buah/sayur sehari-hari dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari demikian digandrunginya soft drink oleh generasi muda kita yang seolah-olah sudah menjadi gaya hidupnya pada masa kini. Mungkin hal ini karena gencarnya promosi soft drink, pada hal apabila ditinjau dari segi gizi, soft drink tidak lebih dari "pepesan kosong" saja. Meminum soft drink tidak lebih dari memperoleh tambahan energi saja. Padahal apabila soft drink dapat digantikan dengan jus buah dan sayur segar, maka manfaat ganda akan diperoleh, baik bagi kesehatan maupun bagi pertaniannya sendiri.
Untuk dapat lebih mempopulerkan penggantian soft drink dengan jus buah dan sayur segar perlu tersedia alat juicer dan blender dalam rumah tangga. Alat ini sekarang sangat mudah diperoleh di toko-toko. Disamping itu masyarakat perlu diberikan penyuluhan mengenai seluk beluk manfaat dan khasiat buah dan sayur dan cara memilih buah dan sayur yang baik dan yang tersedia dipasar untuk dibuat jus. Aspek keamanan buah dari pencemaran bakteri dan bahan kimia (pestisida) juga perlu dimasyarakatkan.
Read more ........
Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mempopulerkan konsumsi buah/sayur sehari-hari dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari demikian digandrunginya soft drink oleh generasi muda kita yang seolah-olah sudah menjadi gaya hidupnya pada masa kini. Mungkin hal ini karena gencarnya promosi soft drink, pada hal apabila ditinjau dari segi gizi, soft drink tidak lebih dari "pepesan kosong" saja. Meminum soft drink tidak lebih dari memperoleh tambahan energi saja. Padahal apabila soft drink dapat digantikan dengan jus buah dan sayur segar, maka manfaat ganda akan diperoleh, baik bagi kesehatan maupun bagi pertaniannya sendiri.
Untuk dapat lebih mempopulerkan penggantian soft drink dengan jus buah dan sayur segar perlu tersedia alat juicer dan blender dalam rumah tangga. Alat ini sekarang sangat mudah diperoleh di toko-toko. Disamping itu masyarakat perlu diberikan penyuluhan mengenai seluk beluk manfaat dan khasiat buah dan sayur dan cara memilih buah dan sayur yang baik dan yang tersedia dipasar untuk dibuat jus. Aspek keamanan buah dari pencemaran bakteri dan bahan kimia (pestisida) juga perlu dimasyarakatkan.
Friday, December 12, 2008
Panen Buah2an di Kota Jakarta
Ini patut ditiru oleh kota-kota besar lainnya di tanah air kita, khususnya di kota-kota besar yang sudah cukup tinggi tingkat polusinya. Sebagaimana dimuat di SK Kompas cetak hari ini, 12 Des'08 pada rubrik METROPOLITAN halaman 27, "Penghijauan Panen Buah-buahan di Kota Jakarta". Tidak saja dapat menurunkan tingkat polusi tapi bermanfaat bagi masyarakat sebagai peneduh, penahan air dan memperindah taman kota.
Kebetulan saat ini di pekarangan rumah rambutan saya sudah mulai matang, pohon yang cukup besar disamping membuat teduh disekitar pohon juga jadi tempat bermain anak-anak dengan dibuatkan ayunan dari tambang. Memang terasa sekali manfaatnya menanam pohon2 produktif di pekarangan rumah disamping memperindah juga buahnya dapat dinikmati dengan gratis.
Read more ........
Kebetulan saat ini di pekarangan rumah rambutan saya sudah mulai matang, pohon yang cukup besar disamping membuat teduh disekitar pohon juga jadi tempat bermain anak-anak dengan dibuatkan ayunan dari tambang. Memang terasa sekali manfaatnya menanam pohon2 produktif di pekarangan rumah disamping memperindah juga buahnya dapat dinikmati dengan gratis.
Read more ........
Thursday, December 4, 2008
Perhatian Media Cetak terhadap Petani Luar Biasa
Beberapa media terutama Kompas Cetak kami berikan apresiasi yang sangat tinggi dengan banyak memuat berita tentang dunia pertanian kita terutama nasib para petani, yang katanya kita sebagai negara agrasir. Juga kami berikan kepada "Koran Jakarta" yang mewawancarai saya sebagai petani buah2an.

Dengan banyaknya pemberitaan di surat kabar cetak tentang dunia pertanian kita, kami berharap Pemerintah mau tergerak semakin dalam keberpihakannya kepada petani yang tidak mungkin berdirin sendiri. Sebagaimana di negara maju sekalipun uluran tangan pemerintah mutlak dibutuhkan.
Terima kasih kepada wartawan Koran Jakarta (yna) dan Kompas (bs) perbanyak pemberitaan tentang dunia pertanian kita.
Read more ........
Dengan banyaknya pemberitaan di surat kabar cetak tentang dunia pertanian kita, kami berharap Pemerintah mau tergerak semakin dalam keberpihakannya kepada petani yang tidak mungkin berdirin sendiri. Sebagaimana di negara maju sekalipun uluran tangan pemerintah mutlak dibutuhkan.
Terima kasih kepada wartawan Koran Jakarta (yna) dan Kompas (bs) perbanyak pemberitaan tentang dunia pertanian kita.
Read more ........
Label:
agribisnis,
food,
fruit
Monday, October 27, 2008
Papaya, Papaw, Paw Paw, Mamao
Carica papaya L. Caricaceae
Common Names: Papaya, Papaw or Paw Paw (Australia), Mamao (Brazil), Tree Melon.
Related Species: Babaco (Carica pentagona), Mountain Papaya (C. pubescens), Chamburo (C. stipulata).
Origin: The papaya is believed to be native to southern Mexico and neighboring Central America. It is now present in every tropical and subtropical country.
Adaptation: Papayas have exacting climate requirements for vigorous growth and fruit production. They must have warmth throughout the year and will be damaged by light frosts. Brief exposure to 32° F is damaging and prolonged cold without overhead sprinkling will kill the plants. Cold, wet soil is almost always lethal. Cool temperatures will also alter fruit flavor. Papayas make excellent container and greenhouse specimens where soil moisture and temperature can be moderated.
DESCRIPTION
Growth Habit: The papaya is a short-lived, fast-growing, woody, large herb to 10 or 12 feet in height. It generally branches only when injured. All parts contain latex. The hollow green or deep purple trunk is straight and cylindrical with prominent leaf scars. Its diameter may be from 2 or 3 inches to over a foot at the base.
Foliage: The leaves emerge directly from the upper part of the stem in a spiral on nearly horizontal petioles 1 to 3-1/2 feet long. The blade, deeply divided into 5 to 9 main segments, varies from 1 to 2 feet in width, and has prominent yellowish ribs and veins. The life of a leaf is 4 to 6 months.
Flowers: The five-petalled flowers are fleshy, waxy and slightly fragrant. Some plants bear only short-stalked female flowers, or bisexual (perfect) flowers also on short stalks, while others may bear only male flowers, clustered on panicles 5 or 6 feet long. Some plants may have both male and female flowers. Others at certain seasons produce short-stalked male flowers, at other times perfect flowers. This change of sex may occur temporarily during high temperatures in midsummer. Male or bisexual plants may change completely to female plants after being beheaded. Certain varieties have a propensity for producing certain types of flowers. For example, the Solo variety has flowers of both sexes 66% of the time, so two out of three plants will produce fruit, even if planted singly. How pollination takes place in papayas is not known with certainty. Wind is probably the main agent, as the pollen is light and abundant, but thrips and moths may assist. Hand pollination is sometimes necessary to get a proper fruit set.
Fruit: There are two types of papayas, Hawaiian and Mexican. The Hawaiian varieties are the papayas commonly found in supermarkets. These pear-shaped fruit generally weigh about 1 pound and have yellow skin when ripe. The flesh is bright orange or pinkish, depending on variety, with small black seeds clustered in the center. Hawaiian papayas are easier to harvest because the plants seldom grow taller than 8 feet. Mexican papayas are much larger the the Hawaiian types and may weigh up to 10 pounds and be more than 15 inches long. The flesh may be yellow, orange or pink. The flavor is less intense than that the Hawaiian papaya but still is delicious and extremely enjoyable. They are slightly easier to grow than Hawaiian papayas. A properly ripened papaya is juicy, sweetish and somewhat like a cantaloupe in flavor, although musky in some types. The fruit (and leaves) contain papain which helps digestion and is used to tenderize meat. The edible seeds have a spicy flavor somewhat reminiscent of black pepper.
CULTURE
Location: Papayas like to be warm with both sunshine and reflected heat, so the hottest place against the house where nothing else seems happy is an ideal location. They also like to be as free from wind as possible, although this is not as critical as their need for sun. Papayas can be grown successfully in shade, but the fruit is rarely sweet. They are best planted in mounds or against the foundation of a building where water can be controlled.
Soils: Papayas need a light, well-drained soil. They are easily killed by excess moisture. The soil needs to be moist in hot weather and dry in cold weather. Since this is the opposite of California's rain pattern, in addition to good drainage, plastic coverings to prevent over-wetting in winter may also be worthwhile. Papayas do not tolerate salty water or soil.
Irrigation: Watering is the most critical aspect in raising papayas. The plants should be kept on to the dry side to avoid root rot, but also need enough water to support their large leaves. In winter the plant prefers to remain as dry as possible. A plant that has been injured by frost is particularly susceptible to root rot.
Fertilization: The fast-growing papaya requires regular applications of nitrogen fertilizers but the exact rates have not been established. Feed monthly and adjust according to the plant's response. They can take fairly hot organic fertilizing such as chicken manure if used with deep irrigation after warm weather has started. Phosphorus deficiency casuses dark green foliage with a reddish-purple discoloration of leaf veins and stalks.
Pruning: Papayas do not need to be pruned, but some growers pinch the seedlings or cut back established plants to encourage multiple trunks.
Frost Protection: Papayas need warmth and a frost-free environment, but can often withstand light freezes with some kind of overhead protection. This can be provided by building a frame around the plants and covering it with bedding, plastic sheeting, etc. when frost threatens. Electric light bulbs can also be used for added warmth. Potted specimens can be moved to a frost-secure area. Prolonged cold, even if it does not freeze, may adversely affect the plants and the fruit. Mexican papayas are more hardy than Hawaiian varieties.
Propagation: Papayas are normally propagated by seed. To start a plant, extract the seeds from ripe papayas and wash them to remove the gelatinous covering. They are then dried, dusted with a fungicide and planted as soon as possible (the seeds loose their viability rapidly in storage). Plant the seeds in warm (80° F), sterile potting mix. Seeds should be planted in sterile soil as young papaya seedlings have a high mortality rate from damping off. Potting soil can be sterilized by mixing 50-50 with vermiculite and placing in an oven at 200° F for one hour. Under ideal conditions the seeds may germinate in about two weeks, but may take three to five weeks. Gibberellic acid can be used to speed up germination in some seasons. Seedlings usually begin flowering 9 - 12 months after they germinate.
Seedling papayas do not transplant well. Plant them in large containers so the seedlings will have to be transplanted only once, when they go into the ground. Transplant carefully, making sure not to damage the root ball. To prevent damping off, drench the potting mix with a fungicide containing benomyl or captan. Set the plants a little high to allow for settling. A plastic mulch will help keep the soil warm and dry in wet winter areas, but remove it as soon as the weather becomes warm. Plant at least three or four plants to insure yourself of having females or plant hermaphroditic plants.
Papaya plants can also be grown from cuttings, which should be hardened off for a few days and then propped up with the tip touching moist, fertile soil until roots form. Semihardwood cuttings planted during the summer root rapidly and should fruit the following year.
Pests and diseases: Thrips, mites and white flies as well as In red spider and fruit spotting bugs are potential problems in some areas. The plants may also be attacked by mildew, anthracnose, root rot and various virus diseases Fruit flies often ruin the fruit in Florida and Hawaii. Nematodes can attack the roots and are often a factor in the decline of individual plant. Gopher damage can be avoided by planting in wire baskets. Papaya plants should probably be replaced every 4 years or so.
Harvest: Papayas are ready to harvest when most of the skin is yellow-green. After several days of ripening at room temperature, they will be almost fully yellow and slightly soft to the touch. Dark green fruit will not ripen properly off the tree, even though it may turn yellow on the outside. Mature fruit can be stored at 45° F for about 3 weeks. Papayas are often sliced and eaten by themselves or served with a myriad of other foods. They can also be cooked to make chutney or various desserts. Green papayas should not be eaten raw because of the latex they contain, although they are frequently boiled and eaten as a vegetable. In the West Indies, young leaves are cooked and eaten like spinach. In India, seeds are sometimes used as an adulterant in whole black pepper.
CULTIVARS
Kamiya
A selection from Waimanalo. Solo type. Small to medium-sized fruit. Distinct, blocky shape, very short neck. Deep yellow-orange skin and flesh, firm, juicy, very sweet. Dwarf, high-yielding plant. Fairly recent release from the University of Hawaii.
Mexican Red
A rose-fleshed papaya that is lighter in flavor than Mexican Yellow. Medium to very large fruit. Generally not as sweet as Hawaiian types
Mexican Yellow
A very sweet and flavorful, yellow-fleshed papaya. Medium to large fruit, can grow up to 10 pounds. Generally not as sweet as Hawaiian types.
Solo
Fruit round and shallowly furrowed in female plants, pear-shaped in bisexual plants. Weight 1.1 to 2.2 pounds. Skin smooth, flesh firm, reddish-orange, very sweet, of excellent quality. Produces no male plants, only bisexual and female in a 2 to 1 ratio. Introduced into Hawaii from Barbados in 1911. Named Solo in 1919.
Sunrise (Sunrise Solo)
Pear-shaped fruit with a slight neck. Averages 22 to 26 ounces depending on location. Skin smooth, flesh firm, reddish-orange, sweet, sugar content high. Quality similar to Solo. Seed cavity not as deeply indented as other Solo strains, making seed removal easier. Plant precocious, maturing fruit about 9 months after transplanting, at a height of about 3 feet.
Sunset (Sunset Solo)
Solo type. Small to medium-sized, pear-shaped fruit. Orange-red skin and flesh. Very sweet. Dwarf, high yielding plant. Originated at the University of Hawaii.
Vista Solo
Medium to large fruit depending on climate, 5 inches wide, up to 18 inches long. Skin yellow, flesh orange to yellow-orange. Hardy, compact Solo type producing high quality fruit. Needs fairly hot weather to develop sweetness. Self-fertile. Originated in Vista, Calif. by Ralph Corwin.
Waimanalo (Waimanalo Solo, X-77)
Fruit round with a short neck, average weight 16 to 39 ounces. Skin smooth, and glossy, cavity star-shaped. Flesh thick, firm, orange-yellow in color, flavor and quality high, keeps well. Recommended for fresh market and processing. Fruits of female plants rough in appearance. Average height to the first flower is 32 inches.
FURTHER READING
Maxwell, Lewis S. and Betty M. Maxwell. Florida Fruit. Lewis S. Maxwell, Publisher. 1984. pp. 21..
Morton, Julia F. Fruits of Warm Climates. Creative Resources Systems, Inc. 1987. pp. 336-346.
Ortho Books. All About Citrus and Subtropical Fruits. Chevron Chemical Co. 1985. pp. 64-66.
Popenoe, Wilson. Manual of Tropical and Subtropical Fruits. Hafner Press. 1974. Facsimile of the 1920 edition. pp. 225-240.
Samson, J. A. Tropical Fruits. 2nd ed. Longman Scientific and Technical. 1986. pp. 256-269.
See Index of CRFG Publications, 1969 - 1989 and annual indexes of Fruit Gardener for additional articles on the papaya.
--------------------------------------------------------------------------------
Here is the list of additional CRFG Fruit Facts.
--------------------------------------------------------------------------------
© Copyright 1996,1997, California Rare Fruit Growers, Inc.
Read more ........
Common Names: Papaya, Papaw or Paw Paw (Australia), Mamao (Brazil), Tree Melon.
Related Species: Babaco (Carica pentagona), Mountain Papaya (C. pubescens), Chamburo (C. stipulata).
Origin: The papaya is believed to be native to southern Mexico and neighboring Central America. It is now present in every tropical and subtropical country.
Adaptation: Papayas have exacting climate requirements for vigorous growth and fruit production. They must have warmth throughout the year and will be damaged by light frosts. Brief exposure to 32° F is damaging and prolonged cold without overhead sprinkling will kill the plants. Cold, wet soil is almost always lethal. Cool temperatures will also alter fruit flavor. Papayas make excellent container and greenhouse specimens where soil moisture and temperature can be moderated.
DESCRIPTION
Growth Habit: The papaya is a short-lived, fast-growing, woody, large herb to 10 or 12 feet in height. It generally branches only when injured. All parts contain latex. The hollow green or deep purple trunk is straight and cylindrical with prominent leaf scars. Its diameter may be from 2 or 3 inches to over a foot at the base.
Foliage: The leaves emerge directly from the upper part of the stem in a spiral on nearly horizontal petioles 1 to 3-1/2 feet long. The blade, deeply divided into 5 to 9 main segments, varies from 1 to 2 feet in width, and has prominent yellowish ribs and veins. The life of a leaf is 4 to 6 months.
Flowers: The five-petalled flowers are fleshy, waxy and slightly fragrant. Some plants bear only short-stalked female flowers, or bisexual (perfect) flowers also on short stalks, while others may bear only male flowers, clustered on panicles 5 or 6 feet long. Some plants may have both male and female flowers. Others at certain seasons produce short-stalked male flowers, at other times perfect flowers. This change of sex may occur temporarily during high temperatures in midsummer. Male or bisexual plants may change completely to female plants after being beheaded. Certain varieties have a propensity for producing certain types of flowers. For example, the Solo variety has flowers of both sexes 66% of the time, so two out of three plants will produce fruit, even if planted singly. How pollination takes place in papayas is not known with certainty. Wind is probably the main agent, as the pollen is light and abundant, but thrips and moths may assist. Hand pollination is sometimes necessary to get a proper fruit set.
Fruit: There are two types of papayas, Hawaiian and Mexican. The Hawaiian varieties are the papayas commonly found in supermarkets. These pear-shaped fruit generally weigh about 1 pound and have yellow skin when ripe. The flesh is bright orange or pinkish, depending on variety, with small black seeds clustered in the center. Hawaiian papayas are easier to harvest because the plants seldom grow taller than 8 feet. Mexican papayas are much larger the the Hawaiian types and may weigh up to 10 pounds and be more than 15 inches long. The flesh may be yellow, orange or pink. The flavor is less intense than that the Hawaiian papaya but still is delicious and extremely enjoyable. They are slightly easier to grow than Hawaiian papayas. A properly ripened papaya is juicy, sweetish and somewhat like a cantaloupe in flavor, although musky in some types. The fruit (and leaves) contain papain which helps digestion and is used to tenderize meat. The edible seeds have a spicy flavor somewhat reminiscent of black pepper.
CULTURE
Location: Papayas like to be warm with both sunshine and reflected heat, so the hottest place against the house where nothing else seems happy is an ideal location. They also like to be as free from wind as possible, although this is not as critical as their need for sun. Papayas can be grown successfully in shade, but the fruit is rarely sweet. They are best planted in mounds or against the foundation of a building where water can be controlled.
Soils: Papayas need a light, well-drained soil. They are easily killed by excess moisture. The soil needs to be moist in hot weather and dry in cold weather. Since this is the opposite of California's rain pattern, in addition to good drainage, plastic coverings to prevent over-wetting in winter may also be worthwhile. Papayas do not tolerate salty water or soil.
Irrigation: Watering is the most critical aspect in raising papayas. The plants should be kept on to the dry side to avoid root rot, but also need enough water to support their large leaves. In winter the plant prefers to remain as dry as possible. A plant that has been injured by frost is particularly susceptible to root rot.
Fertilization: The fast-growing papaya requires regular applications of nitrogen fertilizers but the exact rates have not been established. Feed monthly and adjust according to the plant's response. They can take fairly hot organic fertilizing such as chicken manure if used with deep irrigation after warm weather has started. Phosphorus deficiency casuses dark green foliage with a reddish-purple discoloration of leaf veins and stalks.
Pruning: Papayas do not need to be pruned, but some growers pinch the seedlings or cut back established plants to encourage multiple trunks.
Frost Protection: Papayas need warmth and a frost-free environment, but can often withstand light freezes with some kind of overhead protection. This can be provided by building a frame around the plants and covering it with bedding, plastic sheeting, etc. when frost threatens. Electric light bulbs can also be used for added warmth. Potted specimens can be moved to a frost-secure area. Prolonged cold, even if it does not freeze, may adversely affect the plants and the fruit. Mexican papayas are more hardy than Hawaiian varieties.
Propagation: Papayas are normally propagated by seed. To start a plant, extract the seeds from ripe papayas and wash them to remove the gelatinous covering. They are then dried, dusted with a fungicide and planted as soon as possible (the seeds loose their viability rapidly in storage). Plant the seeds in warm (80° F), sterile potting mix. Seeds should be planted in sterile soil as young papaya seedlings have a high mortality rate from damping off. Potting soil can be sterilized by mixing 50-50 with vermiculite and placing in an oven at 200° F for one hour. Under ideal conditions the seeds may germinate in about two weeks, but may take three to five weeks. Gibberellic acid can be used to speed up germination in some seasons. Seedlings usually begin flowering 9 - 12 months after they germinate.
Seedling papayas do not transplant well. Plant them in large containers so the seedlings will have to be transplanted only once, when they go into the ground. Transplant carefully, making sure not to damage the root ball. To prevent damping off, drench the potting mix with a fungicide containing benomyl or captan. Set the plants a little high to allow for settling. A plastic mulch will help keep the soil warm and dry in wet winter areas, but remove it as soon as the weather becomes warm. Plant at least three or four plants to insure yourself of having females or plant hermaphroditic plants.
Papaya plants can also be grown from cuttings, which should be hardened off for a few days and then propped up with the tip touching moist, fertile soil until roots form. Semihardwood cuttings planted during the summer root rapidly and should fruit the following year.
Pests and diseases: Thrips, mites and white flies as well as In red spider and fruit spotting bugs are potential problems in some areas. The plants may also be attacked by mildew, anthracnose, root rot and various virus diseases Fruit flies often ruin the fruit in Florida and Hawaii. Nematodes can attack the roots and are often a factor in the decline of individual plant. Gopher damage can be avoided by planting in wire baskets. Papaya plants should probably be replaced every 4 years or so.
Harvest: Papayas are ready to harvest when most of the skin is yellow-green. After several days of ripening at room temperature, they will be almost fully yellow and slightly soft to the touch. Dark green fruit will not ripen properly off the tree, even though it may turn yellow on the outside. Mature fruit can be stored at 45° F for about 3 weeks. Papayas are often sliced and eaten by themselves or served with a myriad of other foods. They can also be cooked to make chutney or various desserts. Green papayas should not be eaten raw because of the latex they contain, although they are frequently boiled and eaten as a vegetable. In the West Indies, young leaves are cooked and eaten like spinach. In India, seeds are sometimes used as an adulterant in whole black pepper.
CULTIVARS
Kamiya
A selection from Waimanalo. Solo type. Small to medium-sized fruit. Distinct, blocky shape, very short neck. Deep yellow-orange skin and flesh, firm, juicy, very sweet. Dwarf, high-yielding plant. Fairly recent release from the University of Hawaii.
Mexican Red
A rose-fleshed papaya that is lighter in flavor than Mexican Yellow. Medium to very large fruit. Generally not as sweet as Hawaiian types
Mexican Yellow
A very sweet and flavorful, yellow-fleshed papaya. Medium to large fruit, can grow up to 10 pounds. Generally not as sweet as Hawaiian types.
Solo
Fruit round and shallowly furrowed in female plants, pear-shaped in bisexual plants. Weight 1.1 to 2.2 pounds. Skin smooth, flesh firm, reddish-orange, very sweet, of excellent quality. Produces no male plants, only bisexual and female in a 2 to 1 ratio. Introduced into Hawaii from Barbados in 1911. Named Solo in 1919.
Sunrise (Sunrise Solo)
Pear-shaped fruit with a slight neck. Averages 22 to 26 ounces depending on location. Skin smooth, flesh firm, reddish-orange, sweet, sugar content high. Quality similar to Solo. Seed cavity not as deeply indented as other Solo strains, making seed removal easier. Plant precocious, maturing fruit about 9 months after transplanting, at a height of about 3 feet.
Sunset (Sunset Solo)
Solo type. Small to medium-sized, pear-shaped fruit. Orange-red skin and flesh. Very sweet. Dwarf, high yielding plant. Originated at the University of Hawaii.
Vista Solo
Medium to large fruit depending on climate, 5 inches wide, up to 18 inches long. Skin yellow, flesh orange to yellow-orange. Hardy, compact Solo type producing high quality fruit. Needs fairly hot weather to develop sweetness. Self-fertile. Originated in Vista, Calif. by Ralph Corwin.
Waimanalo (Waimanalo Solo, X-77)
Fruit round with a short neck, average weight 16 to 39 ounces. Skin smooth, and glossy, cavity star-shaped. Flesh thick, firm, orange-yellow in color, flavor and quality high, keeps well. Recommended for fresh market and processing. Fruits of female plants rough in appearance. Average height to the first flower is 32 inches.
FURTHER READING
Maxwell, Lewis S. and Betty M. Maxwell. Florida Fruit. Lewis S. Maxwell, Publisher. 1984. pp. 21..
Morton, Julia F. Fruits of Warm Climates. Creative Resources Systems, Inc. 1987. pp. 336-346.
Ortho Books. All About Citrus and Subtropical Fruits. Chevron Chemical Co. 1985. pp. 64-66.
Popenoe, Wilson. Manual of Tropical and Subtropical Fruits. Hafner Press. 1974. Facsimile of the 1920 edition. pp. 225-240.
Samson, J. A. Tropical Fruits. 2nd ed. Longman Scientific and Technical. 1986. pp. 256-269.
See Index of CRFG Publications, 1969 - 1989 and annual indexes of Fruit Gardener for additional articles on the papaya.
--------------------------------------------------------------------------------
Here is the list of additional CRFG Fruit Facts.
--------------------------------------------------------------------------------
© Copyright 1996,1997, California Rare Fruit Growers, Inc.
Read more ........
Label:
fruit
Tuesday, October 30, 2007
Papaya - Pepaya - Kates - Gedang
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik (bahasa Melayu) adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang"

KEGUNAAN: Read more ........
KEGUNAAN: Read more ........
Label:
fruit
Subscribe to:
Posts (Atom)