Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts
Wednesday, April 10, 2013
GRATIS: Pelatihan Budidaya Pepaya Langsung Praktek di Kebun
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
Pepaya
Friday, May 29, 2009
Pemupukan Tanaman Pepaya (II)
Pupuk Organik, Ramuan dan Aplikasinya
Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada LSM Daun Talas telah memberikan kesempatan kepada petani saya (petani Pepaya) untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kedua, izinkan saya materi pelatihan yang telah diberikan kepada petani saya untuk dapat disebarluaskan melalui blog ini blog.agroprima.com, mudah-mudahan berguna dan dapat diaplikasikan oleh petani-petani kita di seluruh nusantara baik petani pepaya maupun petani lainnya sehingga terciptanya agro ekosistem dimana akan terjadi keselarasan menuju keseimbangan alami. Alam yang sudah tersusun dari berbagai komponen diharapkan berjalan selaras. Tiap komponen memiliki peran saling melengkapi dan memberi sinergi untuk keseimbangan secara optimal dan berkelanjutan.
Fenomena Pemupukan di Indonesia
Kegiatan usaha tani yang intensif telah mendorong pemakaian pupuk an-organik terus meningkat. Hal ini menunjukan penggunaan pupuk an-organik makin lama makin tidak efisien karena tidak sebanding dengan kenaikan hasil panen. Akibat jangka panjang dari pemakaian pupuk an-organik yang berlebihan akan mengakibatkan penimbunan residu dalam tanah sehingga daya dukung tanah terhadap tanaman tidak sempurna sehingga mengurangi produktivitas lahan.
Penggunaan pupuk an-organik yang semakin tinggi yang tidak berimbang menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap hama penyakit. Konsekuensinya untuk menghadapi hama dan penyakit yang semakin berkembang maka pestisida mulai digunakan secara rutin dalam melindungi tanaman. Selanjutnya untuk memperoleh hasil panen tinggi diperlukan biaya tinggi, seperti pupuk an-organik dengan dosis tinggi dan ketergantungan pestisida juga sangat tinggi. Oleh karena itu sistem ini sangat beresiko, hasil panen cenderung turun.
Pupuk Organik
Masukan bahan organik akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sehingga kapasitas penyangga tanah semakin tinggi. Masukan bahan organik kedalam tanah juga dapat menurunkan derajat keasaman tanah. Tanah menjadi gembur. Dalam praktek masukan bahan organik dapat berupa sisa tanaman dan limbah pertanian, yang tersedia di lokasi tersebut atau berasal dari tempat lain.
Bahan organik umumnya ditemukan di permukaan tanah, jumlahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 3-5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat tanah besar sekali, al:
Pupuk bokasi kandang
Bahan:
Dosis aplikasi pupuk organik antara 0,5-2 kg/m2.
Adapun caranya sbb.: Mula-mula pupuk disebarkan diatas tanah dengan dosis 0,5-2kg/m2 setelah disebar segera dicocok (dikecroh) agar tidak terkena sinar matahari terlalu lama, bakteri yang terkandung dalam pupuk organik akan mati kalau terlalu lama kena sinar ultraviolet.
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Pupuk Organik
Keuntungan: Menahan unsur hara baik makro atau mikro dan memperbaiki struktur tanah. Meningkatkan kapasitas kation, menambah kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan kegiatan biologis tanah, dapat menurunkan jeratan keasaman tanah.
Kerugian: Karena kandungan hara rendah pupuk yang dibutuhkan cukup banyak hal ini berakibat biaya ekonomi dan perhitungan dosis agak susah.
=============================================
Beberapa situs/blog yang mengetengahkan cara pembuatan pupuk organik
Read more ........
Pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada LSM Daun Talas telah memberikan kesempatan kepada petani saya (petani Pepaya) untuk mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kedua, izinkan saya materi pelatihan yang telah diberikan kepada petani saya untuk dapat disebarluaskan melalui blog ini blog.agroprima.com, mudah-mudahan berguna dan dapat diaplikasikan oleh petani-petani kita di seluruh nusantara baik petani pepaya maupun petani lainnya sehingga terciptanya agro ekosistem dimana akan terjadi keselarasan menuju keseimbangan alami. Alam yang sudah tersusun dari berbagai komponen diharapkan berjalan selaras. Tiap komponen memiliki peran saling melengkapi dan memberi sinergi untuk keseimbangan secara optimal dan berkelanjutan.
Fenomena Pemupukan di Indonesia
Kegiatan usaha tani yang intensif telah mendorong pemakaian pupuk an-organik terus meningkat. Hal ini menunjukan penggunaan pupuk an-organik makin lama makin tidak efisien karena tidak sebanding dengan kenaikan hasil panen. Akibat jangka panjang dari pemakaian pupuk an-organik yang berlebihan akan mengakibatkan penimbunan residu dalam tanah sehingga daya dukung tanah terhadap tanaman tidak sempurna sehingga mengurangi produktivitas lahan.
Penggunaan pupuk an-organik yang semakin tinggi yang tidak berimbang menyebabkan tanaman semakin rentan terhadap hama penyakit. Konsekuensinya untuk menghadapi hama dan penyakit yang semakin berkembang maka pestisida mulai digunakan secara rutin dalam melindungi tanaman. Selanjutnya untuk memperoleh hasil panen tinggi diperlukan biaya tinggi, seperti pupuk an-organik dengan dosis tinggi dan ketergantungan pestisida juga sangat tinggi. Oleh karena itu sistem ini sangat beresiko, hasil panen cenderung turun.
Pupuk Organik
Masukan bahan organik akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sehingga kapasitas penyangga tanah semakin tinggi. Masukan bahan organik kedalam tanah juga dapat menurunkan derajat keasaman tanah. Tanah menjadi gembur. Dalam praktek masukan bahan organik dapat berupa sisa tanaman dan limbah pertanian, yang tersedia di lokasi tersebut atau berasal dari tempat lain.
Bahan organik umumnya ditemukan di permukaan tanah, jumlahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 3-5% tetapi pengaruhnya terhadap sifat tanah besar sekali, al:
- Sebagai operator, yaitu memperbaiki struktur tanah.
- Sebagai penyedia sumber hara, makro dan mikro.
- Menambah kemampuan tanah dalam menahan air.
- Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara (melepas hara sesuai kebutuhan tanah).
- Sumber energi bagi mikro organisme.
Pupuk bokasi kandang
Bahan:
- Pupuk kandang
- Katul
- Arang sekam
- EM4
- Tetes tebu
- Air secukupnya
- Larutkan EM4 dan Tetes Tebu dalam air masing-masing 1 liter untuk 1 tanki (1 ltr/1 ton)
- Pupuk kandang, katul dan arang sekam dicampur merata
- Siram larutan EM4 dan tetes ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air dalam adonan mencapai 35-40% dengan ciri-ciri bila dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila dilepas maka adonan akan megar.
- Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian +/- 30 cm kemudian air ditutup dengan karung goni selama 5-7 hari.
- Untuk mempertahankan suhu, adonan dibolak balik, kemudian ditutup dengan karung goni, suhu air diatas 50 drajat C selama 5 jam dapat mengakibatkan bokasi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan.
Dosis aplikasi pupuk organik antara 0,5-2 kg/m2.
Adapun caranya sbb.: Mula-mula pupuk disebarkan diatas tanah dengan dosis 0,5-2kg/m2 setelah disebar segera dicocok (dikecroh) agar tidak terkena sinar matahari terlalu lama, bakteri yang terkandung dalam pupuk organik akan mati kalau terlalu lama kena sinar ultraviolet.
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Pupuk Organik
Keuntungan: Menahan unsur hara baik makro atau mikro dan memperbaiki struktur tanah. Meningkatkan kapasitas kation, menambah kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan kegiatan biologis tanah, dapat menurunkan jeratan keasaman tanah.
Kerugian: Karena kandungan hara rendah pupuk yang dibutuhkan cukup banyak hal ini berakibat biaya ekonomi dan perhitungan dosis agak susah.
=============================================
Beberapa situs/blog yang mengetengahkan cara pembuatan pupuk organik
- Wonogiri Berseri
- studiolanskap.or.id
- Isroi, Berbagi tak pernah rugi
- Denpasarkota.go.id
Sumber: blog UD Prima Agro : http://blog.agroprimka.com
Read more ........
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
Pepaya
Monday, April 27, 2009
Pemupukan Tanaman Pepaya (I)
PEMUPUKAN Bagian I
Ada beberap teman menanyakan, bagaimana pemupukan tanaman pepaya agar menghasilkan buah yang bagus. Akan saya coba uraikan dari pengalaman sendiri berkebun pepaya dan dari beberapa teman/petani serta para ahli yang kami ambil dari buku-buku yang telah diterbitkan.
Tidak bisa dipungkiri produktivitas tanaman pepaya sangat bergantung pada kondisi pertumbuhannya, untuk menjaga kondisi pertumbuhannya agar tetap baik tanaman pepaya harus selalu dipelihara dan salah satu pemeliharaan tanaman pepaya adalah dengan melakukan pemupukan atau memberikan pupuk baik organik maupun an-organik dengan baik dan benar sehingga didapat hasil yang maksimal sesuai dengan harapan.
Pemukupan dimaksudkan untuk menambah zat hara dalam tanah agar tanah tetap subur karena zat hara sangat dibutuhkan oleh tanaman pepaya. Dalam pertumbuhannya tanaman pepaya sangat membutuhkan unsur N (Nitrogen), P (Phospor) dan K (Kalium).
Unsur N diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif seperti akar, batang dan daun. Unsur N bisa diberikan dalam bentuk pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) rabuk urea atau ZA. Unsur P untuk pertumbuhan generatif seperti pembentukan bunga, mempercepat terbentuknya buah dan masaknya buah. Juga unsur P sangat penting untuk pertumbuhan akar, unsur P diberikan dalam bentuk pupuk forfat (DS) dan super fosfat (TSP). Unsur K dibutuhkan untuk pembentukan zat karbohidrat/gula pada buah juga memberikan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, oleh karena itu unsur K dalam tanah sangat penting, unsur K biasanya terdapat bersama dengan unsur P dalam pupuk organik. Pupuk lain yang mengandung unsur K yaitu ZK, abu dari sampah atau dari beberapa jenis kayu yang dibakar.
Pemberian NPK diusahakan harus dalam dosis atau jumlah yang seimbang juga pada waktu yang tepat. Ada yang mengatakan pada saat puncak produksi pemberian pupuk organik dikurangi karena akan menyebabkan pertumbuhan generatif (pembentukan bunga dan buah) terhambat.
Dari beberapa teman, literatus serta para ahli, saya pun melakukan hal sama namun sedikit disesuaikan dengan kondisi yang ada dilapangan/perkebunan. Pemupukan dimulai saat pembuatan lubang, lubang yang dibuat dengan ukuran lk 20 x 20 x 20 cm mengingat tanah yang digali cukup gembur (Tanah solum baik). Bila tanah solum keras baiknya digali dengan ukuran 75 x 75 x 75 cm. Setelah di gali taburkan pupuk kandang lk. 10-20 kg. dan dibiarkan 2-3 hari, setelah 2-3 hari tanam benih pepaya yang telah disemai.
Setelah berusia satu bulan berikan pupuk kembali dengan pupuk campuran Urea dan TSP sebanyak lk 3-5 g pada setiap batang pohon pepaya dan dibenamkan kedalam tanah. Ada yang menganjurkan setiap batang pohon pepaya sebesar 23 g Urea, 95 g TSP dan 1450 g KCL. Ada pula yang memberikan ZA 50 g, TSP 40 dan KCL 20 g.
Pada usia 3-4 bulan/berbunga pupuklah dengan pupuk kandang lk. 3-5 kg per batang pohon pepaya. Ada yang menganjurkan jangan kotoran sapi karena mudah tumbuh jamur yang dapat merusak tanaman pepaya. Akan tetapi saya sendiri menggunakan kotoran sapi (akan coba saya tulis pada bagian II). Adapula yang tidak menganjurkan pemberian pupuk kandang, cukup dengan 69 g Urea, 190 g TSP dan 50 g KCL. atau ZA 130g, TSP 90 dan KCL 40. Ini terus dilakukan setiap 3 bulan sekali ada pula yang menganjukan setiap 6 bulan sekali.
-----------------------------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com/
Read more ........
Tidak bisa dipungkiri produktivitas tanaman pepaya sangat bergantung pada kondisi pertumbuhannya, untuk menjaga kondisi pertumbuhannya agar tetap baik tanaman pepaya harus selalu dipelihara dan salah satu pemeliharaan tanaman pepaya adalah dengan melakukan pemupukan atau memberikan pupuk baik organik maupun an-organik dengan baik dan benar sehingga didapat hasil yang maksimal sesuai dengan harapan.
Pemukupan dimaksudkan untuk menambah zat hara dalam tanah agar tanah tetap subur karena zat hara sangat dibutuhkan oleh tanaman pepaya. Dalam pertumbuhannya tanaman pepaya sangat membutuhkan unsur N (Nitrogen), P (Phospor) dan K (Kalium).
Unsur N diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif seperti akar, batang dan daun. Unsur N bisa diberikan dalam bentuk pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) rabuk urea atau ZA. Unsur P untuk pertumbuhan generatif seperti pembentukan bunga, mempercepat terbentuknya buah dan masaknya buah. Juga unsur P sangat penting untuk pertumbuhan akar, unsur P diberikan dalam bentuk pupuk forfat (DS) dan super fosfat (TSP). Unsur K dibutuhkan untuk pembentukan zat karbohidrat/gula pada buah juga memberikan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, oleh karena itu unsur K dalam tanah sangat penting, unsur K biasanya terdapat bersama dengan unsur P dalam pupuk organik. Pupuk lain yang mengandung unsur K yaitu ZK, abu dari sampah atau dari beberapa jenis kayu yang dibakar.
Pemberian NPK diusahakan harus dalam dosis atau jumlah yang seimbang juga pada waktu yang tepat. Ada yang mengatakan pada saat puncak produksi pemberian pupuk organik dikurangi karena akan menyebabkan pertumbuhan generatif (pembentukan bunga dan buah) terhambat.
Dari beberapa teman, literatus serta para ahli, saya pun melakukan hal sama namun sedikit disesuaikan dengan kondisi yang ada dilapangan/perkebunan. Pemupukan dimulai saat pembuatan lubang, lubang yang dibuat dengan ukuran lk 20 x 20 x 20 cm mengingat tanah yang digali cukup gembur (Tanah solum baik). Bila tanah solum keras baiknya digali dengan ukuran 75 x 75 x 75 cm. Setelah di gali taburkan pupuk kandang lk. 10-20 kg. dan dibiarkan 2-3 hari, setelah 2-3 hari tanam benih pepaya yang telah disemai.
Setelah berusia satu bulan berikan pupuk kembali dengan pupuk campuran Urea dan TSP sebanyak lk 3-5 g pada setiap batang pohon pepaya dan dibenamkan kedalam tanah. Ada yang menganjurkan setiap batang pohon pepaya sebesar 23 g Urea, 95 g TSP dan 1450 g KCL. Ada pula yang memberikan ZA 50 g, TSP 40 dan KCL 20 g.
Pada usia 3-4 bulan/berbunga pupuklah dengan pupuk kandang lk. 3-5 kg per batang pohon pepaya. Ada yang menganjurkan jangan kotoran sapi karena mudah tumbuh jamur yang dapat merusak tanaman pepaya. Akan tetapi saya sendiri menggunakan kotoran sapi (akan coba saya tulis pada bagian II). Adapula yang tidak menganjurkan pemberian pupuk kandang, cukup dengan 69 g Urea, 190 g TSP dan 50 g KCL. atau ZA 130g, TSP 90 dan KCL 40. Ini terus dilakukan setiap 3 bulan sekali ada pula yang menganjukan setiap 6 bulan sekali.
-----------------------------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com/
Read more ........
Label:
agricuture,
Education,
Pepaya
Wednesday, April 8, 2009
Syarat Ideal Tumbuh Tanaman Pepaya
Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah, oleh karenanya dimana pun hampir di seluruh wilayah tanah air kita dapat ditanami tanaman pepaya, namun demikian untuk idealnya kita bisa mencari daerah-daerah yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman pepaya agar tanaman pepaya dapat menghasilkan buah yang maksimal dan berkualitas baik, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi kita. Oleh karena itu sebelum memulai membudidayakan tanaman pepaya kiranya perlu memperhatikan hal-hal sbb:
- Tanaman pepaya memiliki adaptasi terhadap lingkungan sehingga pepaya dapat tumbuh mulai 0-1.000 m dpl bahkan sampai ketinggian 1.500 m dpl, namun idealnya ketinggian tanah tidak kurang atau lebih antara 600-700 m dpl, umumnya pepaya yang dihasilkan diatas 700 m dpl buahnya kurang baik demikian lupa yang ditanam di bawah 600 m dpl. Seperti terlihat pada gambar di bawah.
- Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati. Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati.
- Keadaan tanah yang ideal adalah tanah-tanah latosol/laterit merah, ringan dan gembur dengan pH mendekati netral (6-7) serta subur banyak mengandung bahan organik (humus). Tanah yang lembab akan baik untuk pertumbuhan pohon pepaya.
- Iklim. Tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis terutama terhadap suhu dan kelembaban. Tanaman pepaya memerlukan pencahayaan penuh 100%, artinya harus langsung terkena sinar matahari/tempat terbuka, suhu udara berkisar 22-26°C.
- Curah hujan antara 1.000-2.000 mm pertahun. Daerah yang lembab dan curah hujan cukup tinggi produksi buah akan baik demikian pula terhadap daerah yang mempunyai curah hujan merata sepanjang tahun akan lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya.
- Angin sangat berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena akan menerbangkan tepung sari. Namun demikian angin yang terlalu keras akan mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu harus ada pohon-pohon pelindung pepaya dari terpaan angin kencang.
Tanaman Pepaya yang di tanam di dataran tinggi
Nah.... bagaimana, siap Anda jadi petani pepaya? bagaimana kalau daerah Anda kurang ideal, jangan takut... masih bisa diupayakan:
- Ada daerah-daerah yang kami coba garap ternyata kurang bagus/ideal tapi kami coba tanama, misalkan susah mendapatkan air, kami membuat pompa air seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Pemasangan mesin pompa air di kedalaman lk. 3m untuk penyiraman
- Tanah yang becek diupayakan pembuatan drainase yang baik, buat saluran air yang dalam. terhadap pH <6 perlu dilakukan pengapuran sehingga mencapai pH ideal.
Penanaman pepaya di daerah yang cukup ideal akan menghasilkan buah yang baik
Bila semua sudah siap, ada satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian serius yaitu tersedianya sarana dan prasaran produksi, mudahnya transportasi ke lokasi serta keamanan dari lingkungan sosial masyarakat sekitar perkebunan pepaya. Ini kami mengalami sendiri, dimana syarat-syarat tumbuh telah terpenuhi namun kami lupa terhadap faktor keamanan, tidak sedikit buah pepaya kami dicuri oleh masyarakat sekitar.
Bagaiman? siap Anda membudidayakan pepaya dan jadi petani?
Label:
agribisnis,
Education,
food,
fruit,
Pepaya
Tuesday, April 7, 2009
Membuat Bibit Sendiri
Penyiapan Bibit
Cara Penyiapan Bibit
Biji yang akan dijadikan benih diambil dari 2/3 bagian buah, 1/3 bagian pangkal tidak digunakan. Sebaiknya sebelum di potong buah pepaya diguncang-gunjangkan terlebih dahulu dan biji yang rontok tidak dipakai.
Di dalam wadah biji akan terlihat ada sebagian yang mengambang dan ada yang tenggelam. Maka kita lakukan pemisahan kembali, yang mengambang kita sisihkan atau dibuang karena tidak akan kita jadikan bibit. Terhadap yang tenggelam kita pindahkan ke sebuah wadah, inilah biji-biji pepaya yang nantinya kita akan jadikan benih.
Penyimpanan Benih
Apabila biji-biji tadi tidak digunakan langsung perlu disimpan atau diawetkan dengan baik dengan cara: setelah dicuci dan dikeringkan biji dicampur dengan abu dapur secukupnya lalu disimpan dalam botol berwarna hijau/biru (warna gelap), atau kantong plastik dan masukan dalam kaleng yang tertutup rapat.
Sumber: http://blog.agroprima.com/
--------------------------------------------------
Label:
agribisnis,
Education,
food,
fruit,
Pepaya
Wednesday, January 28, 2009
Jadi Petani
Banyak pelajaran dari orang-orang yang telah menjalani pensiunan, kebanyakan mereka bingung apa yang hendak diperbuat. Setelah pensiun baru memikirkan kegiatan apa yang akan dilakukan, sedangkan usia sudah hampir memasuki 60 tahun dan tenaga sudah dipastikan terus kerkurang, juga yang tidak kalah penting adalah dana, kegiatan usaha sekecil apapun sudah dipastikan memerlukan dana. Apakah sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, kebanyakan mereka belum mempersiapkan apalagi seorang PNS jangankan menyisakan gaji untuk ditabung, untuk keperluan sehari-hari saja kebanyakan tidak mencukupi. Bahkan ada yang mengandalkan pada anaknya "Saya pensiun nanti, anak saya kan udah bekerja".
Jadi petani!... Apa yang ada dibenak sebelumnya memang benar adanya, saya harus bergumul dengan tanah, mencangkul, merawat tanaman, membawa hasilnya ke pasar, berpanas-panasan dan adakalanya kehujanan. Ini sebuah keputusan yang pada awalnya berat namun setelah dilakoni ternyata "kenapa tidak dari dulu jadi pertani", memang hasil dari bertani tidak bisa disamakan dengan penghasilan seorang konglomerat yang bisa terpenuhi segala keinginannya. Akan tetapi ada hasil yang tidak dapat diukur dengan uang adalah suatu kebanggaan tersendiri yang telah saya dapatkan yakni berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada para buruh tani, yang pada akhirnya memberikan nafkah para buruh tani itu sendiri beserta sanak keluarganya.
Jadilah petani... Diawali dengan kekhawatiran yang mendalam, sekarang justru menjadikan motivasi yang sangat kuat untuk terus menggeluti dunia pertanian. Memimpikan suatu saat kelak memiliki perkebunan yang luas, dapat menyerap tenaga kerja atau buruh sebanyak-banyaknya sekaligus dapat mensejahterakan buruh tani serta para sanak keluarganya, dan yang tidak kalah penting dapat bersaing dengan produk-produk luar/impor.
Jadilah petani... Indah sekali bila kita melihat hamparan tanaman pepaya yang serba hijau, buah yang lebat-lebat dan udara sejuk yang jauh dari polusi, yang sebelumnya saya lihat hanyalah hampara hutan beton yang menjulang tinggi dan pemandangan kemacetan lalulintas di seluruh pelosok ibu kota. Kini dengan bertani menjadi suatu kebanggan dan menjadi pekerjaan yang menyenangkan, dikelilingi oleh pemandangan alam pegunungan yang serba hijau yang menyejukkan dan bercengrama dengan para buruh tani meskipun berpeluh dengan keringat, anak-anak saya riang bermain di kebun.
Namun... Sangat disayangkan petani masih saja sering dinomor
Inilah salah satu impian dan tantangan saya kedepan, saya harus lebih dapat lebih banyak lagi memberikan peluang lapangan pekerjaan sebesar-besarnya baik buruh tani, pedagang buah-buahan dan menjadikan produk pertanian kita unggul dalam segala hal.
Nah...... Siapkah Anda jadi petani!? kenapa takut.
sumber: http://blog.agroprima.com
Label:
agribisnis,
Education,
fruit,
Pepaya
Tuesday, January 6, 2009
Tingkatkan Konsumsi Buah dan Sayur Melalui Juice
Studi empiris telah membuktikan khasiat buah-buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral terhadap kesehatan tubuh. Namun hasil pengamatan mengenai pola konsumsi pangan di Indonesia menunjukan bahwa porsi konsumsi masyarakat masih dititik beratkan pada sumber karbohidrat. Kita sadar betul bahwa pemecahan masalah pangan dan gizi memerlukan partisipasi seluruh masyarakat untuk menggugah perhatian masyarakat akan peranan buah dan sayur dalam konsumsi pangan kita dan penggalakkannya antara lain melalui juice buah dan sayur.
Juice sayuran dan buah-buahan, sebenarnya bukanlah teknologi baru bagi kita orang Indonesia. Hanya istilahnya saja yang baru. Nenek moyang kita sudah terbiasa dengan minum jamu, dan jamu ini memang merupakan salah satu jenis pangan sehat (health food). Diantara banyak macam jamu, beberapa diantaranya disiapkan dalam bentuk juice. Kita ambil contoh beras kencur, adalah juice dari beras dan kencur ditambah bahan-bahan lain yang dinilai bermanfaat atau dapat meningkatkan cita rasanya. Secara tradisional, beras kencur disiapkan dengan menggiling beras dan kencur dengan batu giling, sehingga bukan hanya cairannya saja yang diminum, tetapi termasuk jaringan bahannya. Secara tradisional banyak dari jamu-jamu itu dalam bentuk juice, dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat atau yang meningkatkan kesehatan/kebugaran (hortus medicus). Dari daun, batang, rimpang, biji atau buahnya, bahkan dari akarnya, jamu-jamu itu dipersiapkan. Negara kita kaya akan jenis-jenis tanaman hortus medicus, yang tinggi khasiatnya. Karena itu, juice dari jenis ini yang berkembang lebih dulu dimasyarakat kita.
Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa disamping tanaman hortus medicus, ternyata sayuran dan buah-buahan mengandung zat gizi yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ilmu pengetahuan modern yang mampu mendeteksi zat gizi mikro dalam bahan makanan walaupun ketersediaan sangat kecil, namun zat gizi tersebut sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Ilmu ini berkembang terus, dan sekarang mencapai tahap untuk dapat mengetahui lebih jauh kegunaan dari zat gizi mikro bagi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan manusia. Sebagai contoh, sekarang di negara kita telah dipelajari pengaruh zat gizi mikro terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak pada janin/bayi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada begitu banyak ragam minuman ringan atau soft drink, baik minuman yang terbuat dari bahan alami seperti teh, kopi, coklat dan lain lain maupun minuman buatan seperti Coca-Cola, Rc Cola, Fanta, Sprite dan lain-lain. Sebagian dari minuman tersebut hanya mengandung sirup, gas asam arang sebagai penyegar dan zat perasa buatan. Sebagian lagi mengandung alkaloid (zat dari tanaman) seperti tein, cafein yang mempunyai efek menyegarkan sementara, ataupun alkaloid buatan seperti cola. Alkaloid alami maupun buatan hanyalah mempunyai efek menyegarkan untuk sementara, dan tidak ada pengaruhnya terhadap penyehatan.
Kalau kita merasa lebih segar setelah minum kopi atau teh panas, itu hanya pengaruh sementara, dan kita tidak menjadi makin sehat atau makin bugar karena minuman tersebut. Rasa segar tersebut hanyalah rasa saja, sebenarnya badan kita tidak mengalami perbaikan status kesehatan, kalau badan dalam keadaan sakit sebenarnya ya tetap sakit. Karena itu ada yang mengatakan soft drink (yang terbuat dari alkaloid buatan atau zat perasa buatan) adalah garbage (sampah).
Jadi kita mesti tahu, zat gizi yang ada pada soft drink hanyalah gula, atau sumber enersi saja. Setelah kita tahu tentang soft drink, dan kita juga tahu tentang jamu, maka dengan berkembangnya alat-alat rumah tangga bertenaga listrik, sekarang kita dapat dengan mudah menyiapkan minuman ataupun makanan yang lebih beragam.
Salah satu minuman yang populer di kedai-kedai makan sekarang ialah juice buah-buahan. Juice buah-buahan ini biasanya dihidangkan sebagai minuman dingin. Sebenarnya, juice tidak hanya dibuat dari buah-buahan saja. Kita juga dapat membuat juice sayur-sayuran. Dibeberapa tempat sudah dikenal minuman yang dibuat dari kedelai dan dikenal sebagai air tahu atau susu kedelai.
Ternyata jenis minuman ini besar manfaatnya bagi kesehatan, sejalan dengan diketahuinya manfaat dari sayuran dan buah-buahan dari hasil-hasil penelitian modern. Dari hasil-hasil penelitian, ternyata sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Disamping itu produk tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat. Zat gizi dan serat tersebut sangat berperan dalam proses fisiologis tubuh manusia, dan sangat menentukan tingkat kesehatan manusia.
Dari hasil-hasil penelitian telah diketahui al.:
Sedang mineral yang penting al.:
Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan darah merah, Kalsium dan Fosfor diperlukan untuk pembentukan jaringan dan pertumbuhan, Yodium diperlukan dalam pengaturan hormon dan lain-lain.
Disamping itu, dari hasil-hasil penelitian telah dibuktikan bahwa; kekurangan vitamin dan mineral dapat melemahkan pertahanan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit. Selain vitamin dan mineral dikenal pula substansi "serat" yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Serat berperan dalam pencernaan manusia, agar sisa makanan tidak terlalu lama berada dalam tubuh manusia. Bila sisa makanan terlalu lama berada di pencernaan manusia, maka zat-zat yang semestinya segera dibuang bersama kotoran manusia, akan diserap dan merupakan racun dalam tubuh manusia.
Disamping bahan-bahan yang meracuni tubuh seperti diatas, ternyata masih banyak lagi zat-zat racun yang masuk dalam tubuh kita. Zat-zat racun tersebut disebabkan al.:
Juice dari sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan bentuk yang menguntungkan, karena bahan masih dalam keadaan segar sehingga vitamin dan mineral tidak banyak yang rusak. Disamping itu dengan juice, kita akan memperoleh serat kasar yang cukup, yang bersama sama zat-zat lain tercampur dalam air dengan jumlah yang cukup banyak. Kondisi tersebut sangat baik untuk percepatan aliran makanan dalam pencernaan dan proses netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh kita. Netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh manusia ini dikenal dengan istilah detoksifikasi (detoxifi-cation).
Detoksifikasi ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kita tahu agama-agama dengan ajaran masing-masing mewajibkan kepada pengikutnya untuk melakukan pengaturan makan dan pangannya, seperti puasa, haram/halal, makanan terlarang dan lain lain. Walaupun tujuan utama dari amalan tersebut adalah untuk tujuan kerohanian, tetapi ternyata amalan-amalan tersebut mempunyai dampak positif terhadap kesehatan, dan terutama terhadap proses detoksifikasi.
Perkembangan jaman kemudian menunjukkan bahwa sayur-sayuran dan buah-buahan ternyata sangat berperan dalam proses detoksifikasi ini. Sekarang sudah banyak dikenal juice therapi, one day cleansing, three day cleansing dsb, yang pada hakekatnya ialah meningkatkan kesehatan dengan diet juice sayuran dan buah-buahan. Karena itu usaha untuk membiasakan meminum juice sayuran dan buah-buahan, akan merupakan langkah positif dalam usaha meningkatkan sumberdaya manusia, terutama kesehatannya.
Begitu bermanfaatnya juice ini, dan dikaitkan dengan kekayaan bangsa kita akan makanan yang sehat dan bergizi, saya mengharapkan pada masyarakat untuk dapat ikut menggalakkan konsumsi juice buah dan sayur yang banyak manfaatnya bagi kesehatan.
------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com
Read more ........
Juice sayuran dan buah-buahan, sebenarnya bukanlah teknologi baru bagi kita orang Indonesia. Hanya istilahnya saja yang baru. Nenek moyang kita sudah terbiasa dengan minum jamu, dan jamu ini memang merupakan salah satu jenis pangan sehat (health food). Diantara banyak macam jamu, beberapa diantaranya disiapkan dalam bentuk juice. Kita ambil contoh beras kencur, adalah juice dari beras dan kencur ditambah bahan-bahan lain yang dinilai bermanfaat atau dapat meningkatkan cita rasanya. Secara tradisional, beras kencur disiapkan dengan menggiling beras dan kencur dengan batu giling, sehingga bukan hanya cairannya saja yang diminum, tetapi termasuk jaringan bahannya. Secara tradisional banyak dari jamu-jamu itu dalam bentuk juice, dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat atau yang meningkatkan kesehatan/kebugaran (hortus medicus). Dari daun, batang, rimpang, biji atau buahnya, bahkan dari akarnya, jamu-jamu itu dipersiapkan. Negara kita kaya akan jenis-jenis tanaman hortus medicus, yang tinggi khasiatnya. Karena itu, juice dari jenis ini yang berkembang lebih dulu dimasyarakat kita.
Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa disamping tanaman hortus medicus, ternyata sayuran dan buah-buahan mengandung zat gizi yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ilmu pengetahuan modern yang mampu mendeteksi zat gizi mikro dalam bahan makanan walaupun ketersediaan sangat kecil, namun zat gizi tersebut sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Ilmu ini berkembang terus, dan sekarang mencapai tahap untuk dapat mengetahui lebih jauh kegunaan dari zat gizi mikro bagi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan manusia. Sebagai contoh, sekarang di negara kita telah dipelajari pengaruh zat gizi mikro terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak pada janin/bayi dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada begitu banyak ragam minuman ringan atau soft drink, baik minuman yang terbuat dari bahan alami seperti teh, kopi, coklat dan lain lain maupun minuman buatan seperti Coca-Cola, Rc Cola, Fanta, Sprite dan lain-lain. Sebagian dari minuman tersebut hanya mengandung sirup, gas asam arang sebagai penyegar dan zat perasa buatan. Sebagian lagi mengandung alkaloid (zat dari tanaman) seperti tein, cafein yang mempunyai efek menyegarkan sementara, ataupun alkaloid buatan seperti cola. Alkaloid alami maupun buatan hanyalah mempunyai efek menyegarkan untuk sementara, dan tidak ada pengaruhnya terhadap penyehatan.
Kalau kita merasa lebih segar setelah minum kopi atau teh panas, itu hanya pengaruh sementara, dan kita tidak menjadi makin sehat atau makin bugar karena minuman tersebut. Rasa segar tersebut hanyalah rasa saja, sebenarnya badan kita tidak mengalami perbaikan status kesehatan, kalau badan dalam keadaan sakit sebenarnya ya tetap sakit. Karena itu ada yang mengatakan soft drink (yang terbuat dari alkaloid buatan atau zat perasa buatan) adalah garbage (sampah).
Jadi kita mesti tahu, zat gizi yang ada pada soft drink hanyalah gula, atau sumber enersi saja. Setelah kita tahu tentang soft drink, dan kita juga tahu tentang jamu, maka dengan berkembangnya alat-alat rumah tangga bertenaga listrik, sekarang kita dapat dengan mudah menyiapkan minuman ataupun makanan yang lebih beragam.
Salah satu minuman yang populer di kedai-kedai makan sekarang ialah juice buah-buahan. Juice buah-buahan ini biasanya dihidangkan sebagai minuman dingin. Sebenarnya, juice tidak hanya dibuat dari buah-buahan saja. Kita juga dapat membuat juice sayur-sayuran. Dibeberapa tempat sudah dikenal minuman yang dibuat dari kedelai dan dikenal sebagai air tahu atau susu kedelai.
Ternyata jenis minuman ini besar manfaatnya bagi kesehatan, sejalan dengan diketahuinya manfaat dari sayuran dan buah-buahan dari hasil-hasil penelitian modern. Dari hasil-hasil penelitian, ternyata sayur-sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Disamping itu produk tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat. Zat gizi dan serat tersebut sangat berperan dalam proses fisiologis tubuh manusia, dan sangat menentukan tingkat kesehatan manusia.
Dari hasil-hasil penelitian telah diketahui al.:
- Vitamin-A dapat menghindarkan kanker, dan menghaluskan kulit/selaput lendir,
- Vitamin-E dan karoten dapat melindungi jaringan tubuh terhadap oksidasi,
- Vitamin-B12 berfungsi dalam pembentukan darah merah,
- Vitamin-C berfungsi dalam penyembuhan bagian tubuh/jaringan yang sakit atau rusak dan lain-lain.
Sedang mineral yang penting al.:
Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan darah merah, Kalsium dan Fosfor diperlukan untuk pembentukan jaringan dan pertumbuhan, Yodium diperlukan dalam pengaturan hormon dan lain-lain.
Disamping itu, dari hasil-hasil penelitian telah dibuktikan bahwa; kekurangan vitamin dan mineral dapat melemahkan pertahanan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit. Selain vitamin dan mineral dikenal pula substansi "serat" yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Serat berperan dalam pencernaan manusia, agar sisa makanan tidak terlalu lama berada dalam tubuh manusia. Bila sisa makanan terlalu lama berada di pencernaan manusia, maka zat-zat yang semestinya segera dibuang bersama kotoran manusia, akan diserap dan merupakan racun dalam tubuh manusia.
Disamping bahan-bahan yang meracuni tubuh seperti diatas, ternyata masih banyak lagi zat-zat racun yang masuk dalam tubuh kita. Zat-zat racun tersebut disebabkan al.:
- Makanan yang kita makan yang mengandung zat-zat racun atau logam berat
- Mikro organisme yang mencemari makanan kita
- Racun dari udara akibat polusi, terutama di kota-kota besar Racun-racun tersebut oleh tubuh harus dinetralisir atau dihancurkan oleh kekuatan proses kerja organ tubuh. Zat-zat racun tersebut untuk proses netralisasi dan penghancurannya memerlukan vitamin-vitamin dan mineral-mineral tertentu. Karena itu dalam proses hidup ini, agar kita tetap senantiasa sehat kita harus mengatur makan, termasuk memakan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan.
Juice dari sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan bentuk yang menguntungkan, karena bahan masih dalam keadaan segar sehingga vitamin dan mineral tidak banyak yang rusak. Disamping itu dengan juice, kita akan memperoleh serat kasar yang cukup, yang bersama sama zat-zat lain tercampur dalam air dengan jumlah yang cukup banyak. Kondisi tersebut sangat baik untuk percepatan aliran makanan dalam pencernaan dan proses netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh kita. Netralisasi dan penghancuran racun dalam tubuh manusia ini dikenal dengan istilah detoksifikasi (detoxifi-cation).
Detoksifikasi ini sebenarnya bukan hal yang baru. Kita tahu agama-agama dengan ajaran masing-masing mewajibkan kepada pengikutnya untuk melakukan pengaturan makan dan pangannya, seperti puasa, haram/halal, makanan terlarang dan lain lain. Walaupun tujuan utama dari amalan tersebut adalah untuk tujuan kerohanian, tetapi ternyata amalan-amalan tersebut mempunyai dampak positif terhadap kesehatan, dan terutama terhadap proses detoksifikasi.
Perkembangan jaman kemudian menunjukkan bahwa sayur-sayuran dan buah-buahan ternyata sangat berperan dalam proses detoksifikasi ini. Sekarang sudah banyak dikenal juice therapi, one day cleansing, three day cleansing dsb, yang pada hakekatnya ialah meningkatkan kesehatan dengan diet juice sayuran dan buah-buahan. Karena itu usaha untuk membiasakan meminum juice sayuran dan buah-buahan, akan merupakan langkah positif dalam usaha meningkatkan sumberdaya manusia, terutama kesehatannya.
Begitu bermanfaatnya juice ini, dan dikaitkan dengan kekayaan bangsa kita akan makanan yang sehat dan bergizi, saya mengharapkan pada masyarakat untuk dapat ikut menggalakkan konsumsi juice buah dan sayur yang banyak manfaatnya bagi kesehatan.
------------------------------------
Sumber: Fresh Fruit Papaya - http://blog.agroprima.com
Read more ........
Label:
agribisnis,
agricuture,
Education,
fruit,
health
Monday, December 15, 2008
Jus buah vs Soft Drink
Buah itu enak dan perlu. Enak karena dari bayi sampai dewasa menyukai buah. Perlu karena buah itu mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia bahkan penelitian terakhir buah berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit antara lain kanker dan stroke. Beberapa jenis sayuran tertentu juga dapat dibuat Juice (jus) yang tidak kalah enaknya dengan buah.
Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mempopulerkan konsumsi buah/sayur sehari-hari dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari demikian digandrunginya soft drink oleh generasi muda kita yang seolah-olah sudah menjadi gaya hidupnya pada masa kini. Mungkin hal ini karena gencarnya promosi soft drink, pada hal apabila ditinjau dari segi gizi, soft drink tidak lebih dari "pepesan kosong" saja. Meminum soft drink tidak lebih dari memperoleh tambahan energi saja. Padahal apabila soft drink dapat digantikan dengan jus buah dan sayur segar, maka manfaat ganda akan diperoleh, baik bagi kesehatan maupun bagi pertaniannya sendiri.
Untuk dapat lebih mempopulerkan penggantian soft drink dengan jus buah dan sayur segar perlu tersedia alat juicer dan blender dalam rumah tangga. Alat ini sekarang sangat mudah diperoleh di toko-toko. Disamping itu masyarakat perlu diberikan penyuluhan mengenai seluk beluk manfaat dan khasiat buah dan sayur dan cara memilih buah dan sayur yang baik dan yang tersedia dipasar untuk dibuat jus. Aspek keamanan buah dari pencemaran bakteri dan bahan kimia (pestisida) juga perlu dimasyarakatkan.
Read more ........
Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mempopulerkan konsumsi buah/sayur sehari-hari dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari demikian digandrunginya soft drink oleh generasi muda kita yang seolah-olah sudah menjadi gaya hidupnya pada masa kini. Mungkin hal ini karena gencarnya promosi soft drink, pada hal apabila ditinjau dari segi gizi, soft drink tidak lebih dari "pepesan kosong" saja. Meminum soft drink tidak lebih dari memperoleh tambahan energi saja. Padahal apabila soft drink dapat digantikan dengan jus buah dan sayur segar, maka manfaat ganda akan diperoleh, baik bagi kesehatan maupun bagi pertaniannya sendiri.
Untuk dapat lebih mempopulerkan penggantian soft drink dengan jus buah dan sayur segar perlu tersedia alat juicer dan blender dalam rumah tangga. Alat ini sekarang sangat mudah diperoleh di toko-toko. Disamping itu masyarakat perlu diberikan penyuluhan mengenai seluk beluk manfaat dan khasiat buah dan sayur dan cara memilih buah dan sayur yang baik dan yang tersedia dipasar untuk dibuat jus. Aspek keamanan buah dari pencemaran bakteri dan bahan kimia (pestisida) juga perlu dimasyarakatkan.
Friday, December 12, 2008
Panen Buah2an di Kota Jakarta
Ini patut ditiru oleh kota-kota besar lainnya di tanah air kita, khususnya di kota-kota besar yang sudah cukup tinggi tingkat polusinya. Sebagaimana dimuat di SK Kompas cetak hari ini, 12 Des'08 pada rubrik METROPOLITAN halaman 27, "Penghijauan Panen Buah-buahan di Kota Jakarta". Tidak saja dapat menurunkan tingkat polusi tapi bermanfaat bagi masyarakat sebagai peneduh, penahan air dan memperindah taman kota.
Kebetulan saat ini di pekarangan rumah rambutan saya sudah mulai matang, pohon yang cukup besar disamping membuat teduh disekitar pohon juga jadi tempat bermain anak-anak dengan dibuatkan ayunan dari tambang. Memang terasa sekali manfaatnya menanam pohon2 produktif di pekarangan rumah disamping memperindah juga buahnya dapat dinikmati dengan gratis.
Read more ........
Kebetulan saat ini di pekarangan rumah rambutan saya sudah mulai matang, pohon yang cukup besar disamping membuat teduh disekitar pohon juga jadi tempat bermain anak-anak dengan dibuatkan ayunan dari tambang. Memang terasa sekali manfaatnya menanam pohon2 produktif di pekarangan rumah disamping memperindah juga buahnya dapat dinikmati dengan gratis.
Read more ........
Tuesday, December 2, 2008
Mudahnya Berkebun Pepaya
Banyak email yg saya terima menanyakan bagaimana membudidayakan pepaya. Saya mencoba memberikan gambaran awal secara singkat untuk yang berkeinginan membudiayakan pepaya sebelum melangkan jauh atau merealisasikannya. Dengan tujuan agar mendapat gambaran yang jelas sehingga bila ingin merealisasikan keinginannya tidak akan mendapat keraguan yang besar karena sebelumnya telah mempunyai sedikit pengetahuan.
Disini kami coba menghindari hitungan-hitungan yang rumit, karena ini kami ingin sampaiakan sebagai gambaran awal atau umum.
Read more ........
Disini kami coba menghindari hitungan-hitungan yang rumit, karena ini kami ingin sampaiakan sebagai gambaran awal atau umum.
- Pepaya tumbuh paling baik di daerah 600-700 m dpl (diatas permukaan laut) dan tinggi air tanah tidah lebih dari 5-150 m dalam ya dari permukaan tanah.
- Bibit bisa dibeli atau buat sendiri.
- Dari segi biaya. secara umum dengan hasil panen pertama yakni pada bulan ke 10 sampai bulan ke 12, hasil penjualan buah sudah dapat menutup hampir seluruh modal yang diinvestasikan (modal sudah dapat kembali). Tahun2 berikutnya kita cukup mengeluarkan biaya perawatan seperti pupuk dan penyiraman.
- Luas areal tanam. Disarankan minimal 3 ha untuk yang hasil produksinya dipasarkan jauh di luar perkebunan kita, misal perkebunan di wil. Jawa Timur akan dipasarkan ke Jakarta dsk. Dengan minimal 3 ha diperkirakan setiap hasil panen dapat dipetik buah yang siap dipasarkan mencukupi 5 ton yang dapat diangkut dengan truk dengan kapasitas 5 ton. Dibawah 5 ton kita akan mendapat kesulitan dengan hasil panennya kelak nanti. Untuk pemasaran lokal minimal 0,5-1 ha atau 500 - 1.000 batang.
Read more ........
Label:
agribisnis,
Education
Saturday, November 29, 2008
Menjadi Angan2
Bermula dari hanya ingin memperkenalkan kepada seluruh masyarakat melalui dunia maya dengan membuat blog, bahwa saya berusaha tegar menjelang pensiun dari PNS dengan mencoba membudidayakan buah2an khususnya pepaya. Dengan harapan melalui blog saya dapat menggali ilmu dari mereka2 yang telah jauh berpengalaman, disamping hal itu untuk menyampaikan kepada masyarakat di dunia maya bahwa betapa pentingnya mengkonsumsi buah2an disamping sebagai makanan juga banyaknya kandungan yang dimiliki buah2an bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, juga sebagai penyembuhan terhadap beberapa penyakit. Serta yang tidak kalah penting dapat dijadikan tambahan penghasilan dan bahkan bila dikelola dengan baik tidak mustahil akan menjadi usaha yang besar agroindustri/agrobisnis.
Seiring berjalannya waktu blog ini telah berusia memasuki tahun kedua tentu usia yang masih sangat muda dan demikian pula usaha berkebun pepaya kami masih relatif berskala kecil. Dengan usia yang masih relatif muda tanpa diduga cukup banyak respon yang kami terima baik melalui: email, komentar pada tulisan2 kami, dan melalui pesan singkat (SMS) serta ada yang langsung menguhungi kami melalui telepon atau HP.
Ternyata responnya pun datang beragam dari berbagai usia juga dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, karyawan pemerintah, swasta bahkan ibu rumah tangga. Bagaimana terhadap ungkapan dari mereka-mereka juga sangat beragam, misalnya, dari ada yang meminta saran dia sebagai pengelola pesantren ingin memberdayakan santrinya membudidayakan buahu-buahan, ada yang awalnya sedikit putus asa menghadapi pensiun setelah melihat blog kami justru kini bersemangat ingin segera pensiun, ada pula mahasiswa yang berkeinginan kuliah kerja lapangan, ada pula yang ingin memdalami studinya untuk untuk jenjang S2, juga ada pula ibu rumah tangga yang berkeinginan berjualan buah-buahan, banyak yang memiliki lahan2 bingun akan dimanfaatkan untuk apa ada yang ingin membudidayakan sendiri tetapi tidak tau caranya serta apakan cocok lahan yang ia miliki dan masih banyak lagi respon-respon yang kami terima tentu terlalu panjan bila kami muat disini.
Kami berpikir sejenak.... mungkinkah mereka-mereka kami persatukan dari mulai anak2 muda yang berkeinginan keras untuk terjun di dunia agribisnis dan mahasiswa yang sarat dengan ilmu pengetahuan dibidang khususnya pertanian serta para pedagang yang telah banyak mengetahui pola, sistem dan pangsa pasar serta perilaku atau tataniaga buah dan sayuran dan yang cukup penting lagi adalah mereka-mereka yang memiliki kepedulian cukup tinggi atas nasib agricultur kita serta memilki cukup dana, semua ini untuk dipadukan membuat suatu kegiatan dengan mata rantai yang tak terputus mulai dari proses pra produksi, produksi, pemeliharaan, pengembangan, hingga pemasaran dan pendanaan.
Kembali ke laptop, eh.... ke niat awal, mungkinkah ini terwujud dan akhirnya menjadi angan2 yang harapanya dapat terwujud.....?
Semua kembali kepada pengunjung blog kami, bila kita memiliki komitmen yang sama maka tidak ada salahnya mari kita coba galang potensi diri kita masing2 untuk kita sinergikan dan rintisnya, siapa tau......?
Kami tunggu.
Read more ........
Seiring berjalannya waktu blog ini telah berusia memasuki tahun kedua tentu usia yang masih sangat muda dan demikian pula usaha berkebun pepaya kami masih relatif berskala kecil. Dengan usia yang masih relatif muda tanpa diduga cukup banyak respon yang kami terima baik melalui: email, komentar pada tulisan2 kami, dan melalui pesan singkat (SMS) serta ada yang langsung menguhungi kami melalui telepon atau HP.
Ternyata responnya pun datang beragam dari berbagai usia juga dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, karyawan pemerintah, swasta bahkan ibu rumah tangga. Bagaimana terhadap ungkapan dari mereka-mereka juga sangat beragam, misalnya, dari ada yang meminta saran dia sebagai pengelola pesantren ingin memberdayakan santrinya membudidayakan buahu-buahan, ada yang awalnya sedikit putus asa menghadapi pensiun setelah melihat blog kami justru kini bersemangat ingin segera pensiun, ada pula mahasiswa yang berkeinginan kuliah kerja lapangan, ada pula yang ingin memdalami studinya untuk untuk jenjang S2, juga ada pula ibu rumah tangga yang berkeinginan berjualan buah-buahan, banyak yang memiliki lahan2 bingun akan dimanfaatkan untuk apa ada yang ingin membudidayakan sendiri tetapi tidak tau caranya serta apakan cocok lahan yang ia miliki dan masih banyak lagi respon-respon yang kami terima tentu terlalu panjan bila kami muat disini.
Kami berpikir sejenak.... mungkinkah mereka-mereka kami persatukan dari mulai anak2 muda yang berkeinginan keras untuk terjun di dunia agribisnis dan mahasiswa yang sarat dengan ilmu pengetahuan dibidang khususnya pertanian serta para pedagang yang telah banyak mengetahui pola, sistem dan pangsa pasar serta perilaku atau tataniaga buah dan sayuran dan yang cukup penting lagi adalah mereka-mereka yang memiliki kepedulian cukup tinggi atas nasib agricultur kita serta memilki cukup dana, semua ini untuk dipadukan membuat suatu kegiatan dengan mata rantai yang tak terputus mulai dari proses pra produksi, produksi, pemeliharaan, pengembangan, hingga pemasaran dan pendanaan.
Kembali ke laptop, eh.... ke niat awal, mungkinkah ini terwujud dan akhirnya menjadi angan2 yang harapanya dapat terwujud.....?
Semua kembali kepada pengunjung blog kami, bila kita memiliki komitmen yang sama maka tidak ada salahnya mari kita coba galang potensi diri kita masing2 untuk kita sinergikan dan rintisnya, siapa tau......?
Kami tunggu.
Read more ........
Label:
agribisnis,
Education
Wednesday, November 26, 2008
Menghianati Agrikultur
Saya paling suka baca SK Kompas pada kolom Opini, terutama yang berkaitan dengan agrikultur atau agribisnis, karena saya sedang mencoba jadi petani. Seperti beberapa hari yg lalu opini tentang pembangunan jalan bebas hambatan di P. Jawa. Hari ini Opini Kompas Cetak memuat tentang Menyehatkan Pertanian Kita oleh Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo.
Mudah2an saja tulisannnya dapat menyadarkan para pembuat kebijakan di sektor pertanian. Namun dikatakan olehnya "Mengapa ini tidak dilakukan dalam sekala lebih luas?" Menurut saya sebagai seorang Gubernur pertanyaan itu harusnya dijawab sendiri. Dia kan sebagai penguasa daerah, dia sebagai pembuat kebijakan. Kalau daeranya berhasil dengan meningkatkan produksi pertaniannya dan berhasil meningkatkan kesejahteraan petani, langsung lakukan yang terbaik untuk dunia pertanian kita. Mari kita sama2 tingkatkan dengan skala yang lebih luas dan saya akan dukung. Tapi........
Tapi......, jangan hanya menjadi komoditas politik menjelang 2009, petani ya petani sampai kapanpun tetap petani.
Read more ........
Mudah2an saja tulisannnya dapat menyadarkan para pembuat kebijakan di sektor pertanian. Namun dikatakan olehnya "Mengapa ini tidak dilakukan dalam sekala lebih luas?" Menurut saya sebagai seorang Gubernur pertanyaan itu harusnya dijawab sendiri. Dia kan sebagai penguasa daerah, dia sebagai pembuat kebijakan. Kalau daeranya berhasil dengan meningkatkan produksi pertaniannya dan berhasil meningkatkan kesejahteraan petani, langsung lakukan yang terbaik untuk dunia pertanian kita. Mari kita sama2 tingkatkan dengan skala yang lebih luas dan saya akan dukung. Tapi........
Tapi......, jangan hanya menjadi komoditas politik menjelang 2009, petani ya petani sampai kapanpun tetap petani.
Read more ........
Label:
agribisnis,
Education
Wednesday, November 5, 2008
Definition of Agribusiness
David and Goldberg (1957)
Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and storage, processing and distribution of farm commodities and items made from them.
Beierlein and Woolverton (1991)
Agribusiness includes not only those that farm the land but also the people and firms that provide inputs (e.g, milk, grain, meat), manufacture the food products (e.g., ice cream, bread, breakfast cereals), and transport and sell the food products to consumers (e.g., restaurants, supermarkets).
The food and fiber syatem is increasingly being refered to as agribusiness.
Schaffner, Schoder and Earle (1998)
The food syatem includes supplies of farm inputs, agricultural producers, suppliers of fish and game, producers of fermentation products, packaging suppliers, processors and manufacturers, commodity merchants, wholesalers, food retailers, restaurants, institutions, and facilitating industries, such as transport, finance and future markets.
Read more ........
Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and storage, processing and distribution of farm commodities and items made from them.
Beierlein and Woolverton (1991)
Agribusiness includes not only those that farm the land but also the people and firms that provide inputs (e.g, milk, grain, meat), manufacture the food products (e.g., ice cream, bread, breakfast cereals), and transport and sell the food products to consumers (e.g., restaurants, supermarkets).
The food and fiber syatem is increasingly being refered to as agribusiness.
Schaffner, Schoder and Earle (1998)
The food syatem includes supplies of farm inputs, agricultural producers, suppliers of fish and game, producers of fermentation products, packaging suppliers, processors and manufacturers, commodity merchants, wholesalers, food retailers, restaurants, institutions, and facilitating industries, such as transport, finance and future markets.
source: Bahan Perkuliahan PPMB IPB
Read more ........
Label:
agribisnis,
Education
Thursday, August 28, 2008
Minat Studi Pertanian Menurun?
Beruntung saya diingatkan oleh sahabat saya Riki, ada dua berita (28/08/2008) di SK Kompas kolom Teropong yang menanggapi berita sebelumnya atas kurangnya minat generasi muda saat ini untuk memasuki dunia pendidikan di bidang pertanian.
Kalau ada kesempatan ingin rasanya beliau:
Kita ajak diskusi disini.
Tapi apa yang dikatakan beliau memang benar, saya teringat masa lalu saya, setelah lulus SMA (1975) banyak kawan2 saya mengajak masuk perguruan tinggi jurusan pertanian. Apa yang terbayang oleh saya saat itu?
ah... jadi petani, ga mau ah... disawah, berlumurkan tanah, kotor, dll. Pokoknya kesannya kumel kampungan desa.
Waktu berjalan (saat ini 2008) banyak kawan2 dan angkatan saya (1975) yang sukses ada yang di Departemen, jadi Direktur disuatu lembaga, dll pokoknya sukses lah dia2 itu dari mengenyam pendidikan di bidang pertanian, katanya sudah ada yang sampe S3.
Tapi... Tapi.... Saya jadi termenung dan sedikit tertawa, jangan2 dulu rekan2 saya itu sama seperti saya tapi tujuannya yang berbeda yaitu mendapatkan gelar (katanya ada yang S3). Kenapa temenung dan tertawa? ya.... sumbangsihnya mana untuk pertanian. Hidup dengan kemewehan dan jabatan tinggi serta menyandang titel sarjana pertanian.
Tapi apa yang jadi pada petani sungguhan, bisa dilihat pemandangan kegiatan sebagian dari petani kita oleh mata siapa saja di sepanjang jalur pantura, membajak sawah, kepanasan, kehujanan. dll.
Read more ........
Kalau ada kesempatan ingin rasanya beliau:
- Bp. SURYA ABADI SEMBIRING Mahasiswa S-3 Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian SPs IPB; Dosen Unika St Thomas, Medan, Tulisannya: "Mengapa Minat Studi Pertanian Menurun?"
- Benyamin Lakitan Ketua Komisi Teknis Bidang Pangan Dewan Riset Nasional sejak 2005. "Hilangnya Daya Tarik Pendidikan Pertanian"
Kita ajak diskusi disini.
Tapi apa yang dikatakan beliau memang benar, saya teringat masa lalu saya, setelah lulus SMA (1975) banyak kawan2 saya mengajak masuk perguruan tinggi jurusan pertanian. Apa yang terbayang oleh saya saat itu?
ah... jadi petani, ga mau ah... disawah, berlumurkan tanah, kotor, dll. Pokoknya kesannya kumel kampungan desa.
Waktu berjalan (saat ini 2008) banyak kawan2 dan angkatan saya (1975) yang sukses ada yang di Departemen, jadi Direktur disuatu lembaga, dll pokoknya sukses lah dia2 itu dari mengenyam pendidikan di bidang pertanian, katanya sudah ada yang sampe S3.
Tapi... Tapi.... Saya jadi termenung dan sedikit tertawa, jangan2 dulu rekan2 saya itu sama seperti saya tapi tujuannya yang berbeda yaitu mendapatkan gelar (katanya ada yang S3). Kenapa temenung dan tertawa? ya.... sumbangsihnya mana untuk pertanian. Hidup dengan kemewehan dan jabatan tinggi serta menyandang titel sarjana pertanian.
Tapi apa yang jadi pada petani sungguhan, bisa dilihat pemandangan kegiatan sebagian dari petani kita oleh mata siapa saja di sepanjang jalur pantura, membajak sawah, kepanasan, kehujanan. dll.
Read more ........
Label:
Education
Friday, August 1, 2008
Impian? ya..... tinggal Impian
Pagi ini saat saya membaca SK Kompas (Jumat, 01/08/2008) pada halaman pertama, hati saya sangat sedih melihat sebuah judul "2.894 Kursi Jurusan Pertanian Kosong" pada kolom SNPTN. Diberitakan bahwa, "Seleksi nasional masuk perguruan tinggi menyisakan 2.894 kursi kosong pada program studi pertanian dan peternakan di 47 perguruan tinggi negeri, ..... ".
Bagaimana tidak hati saya merasa terpukul, baru saja menyelesaikan pembuatan forum AGRO yang dibuat dengan kesadaran tanpa mengharapakan sesuatu imbalan tertentu, dibuat dengan segala keterbatasan, yang diharapkan sebagai wahana diskusi berbagi ilmu, pengalaman dan kerjasama bagi para petani, pedagang, pemerhati, akademisi, peneliti, pengusaha, birokrat juga bagi mereka yang ingin bergelut di dunia agribisnis. Ternyata lambat laun, mudah2an tidak, menurun minat kaum muda terhadap bidang pertanian.
Disisi lain ini menjadikan barometer bagi saya, kalau memang benar minat kaum muda sudah menurun tentunya forum ini juga akan kurang atau tidak diminat.
Impian saya? ya... tinggal impian. Mimpi saya, negara kita selalu disebut negara agrasis, pernah dikenal sebagai negara swasembada pangan, saya mantan PNS yang mencoba terjun didunia pertanian ingin layak hidup bisa mencukupi kehidupan keluarga anak istri.
Impian?.... Mimpi kali ye......
Read more ........
Bagaimana tidak hati saya merasa terpukul, baru saja menyelesaikan pembuatan forum AGRO yang dibuat dengan kesadaran tanpa mengharapakan sesuatu imbalan tertentu, dibuat dengan segala keterbatasan, yang diharapkan sebagai wahana diskusi berbagi ilmu, pengalaman dan kerjasama bagi para petani, pedagang, pemerhati, akademisi, peneliti, pengusaha, birokrat juga bagi mereka yang ingin bergelut di dunia agribisnis. Ternyata lambat laun, mudah2an tidak, menurun minat kaum muda terhadap bidang pertanian.
Disisi lain ini menjadikan barometer bagi saya, kalau memang benar minat kaum muda sudah menurun tentunya forum ini juga akan kurang atau tidak diminat.
Impian saya? ya... tinggal impian. Mimpi saya, negara kita selalu disebut negara agrasis, pernah dikenal sebagai negara swasembada pangan, saya mantan PNS yang mencoba terjun didunia pertanian ingin layak hidup bisa mencukupi kehidupan keluarga anak istri.
Impian?.... Mimpi kali ye......
Read more ........
Label:
Education
Subscribe to:
Posts (Atom)