Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

Wednesday, April 8, 2009

Syarat Ideal Tumbuh Tanaman Pepaya

Pepaya

Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah, oleh karenanya dimana pun hampir di seluruh wilayah tanah air kita dapat ditanami tanaman pepaya, namun demikian untuk idealnya kita bisa mencari daerah-daerah yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman pepaya agar tanaman pepaya dapat menghasilkan buah yang maksimal dan berkualitas baik, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi kita. Oleh karena itu sebelum memulai membudidayakan tanaman pepaya kiranya perlu memperhatikan hal-hal sbb:

  1. Tanaman pepaya memiliki adaptasi terhadap lingkungan sehingga pepaya dapat tumbuh mulai 0-1.000 m dpl bahkan sampai ketinggian 1.500 m dpl, namun idealnya ketinggian tanah tidak kurang atau lebih antara 600-700 m dpl, umumnya pepaya yang dihasilkan diatas 700 m dpl buahnya kurang baik demikian lupa yang ditanam di bawah 600 m dpl. Seperti terlihat pada gambar di bawah.

  2. Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati. Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati.

  3. Keadaan tanah yang ideal adalah tanah-tanah latosol/laterit merah, ringan dan gembur dengan pH mendekati netral (6-7) serta subur banyak mengandung bahan organik (humus). Tanah yang lembab akan baik untuk pertumbuhan pohon pepaya.

  4. Iklim. Tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis terutama terhadap suhu dan kelembaban. Tanaman pepaya memerlukan pencahayaan penuh 100%, artinya harus langsung terkena sinar matahari/tempat terbuka, suhu udara berkisar 22-26°C.

  5. Curah hujan antara 1.000-2.000 mm pertahun. Daerah yang lembab dan curah hujan cukup tinggi produksi buah akan baik demikian pula terhadap daerah yang mempunyai curah hujan merata sepanjang tahun akan lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya.

  6. Angin sangat berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena akan menerbangkan tepung sari. Namun demikian angin yang terlalu keras akan mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu harus ada pohon-pohon pelindung pepaya dari terpaan angin kencang.

PepayaPapayapapaya


Tanaman Pepaya yang di tanam di dataran tinggi


Nah.... bagaimana, siap Anda jadi petani pepaya? bagaimana kalau daerah Anda kurang ideal, jangan takut... masih bisa diupayakan:

  • Ada daerah-daerah yang kami coba garap ternyata kurang bagus/ideal tapi kami coba tanama, misalkan susah mendapatkan air, kami membuat pompa air seperti terlihat pada gambar dibawah ini.


papaya


Pemasangan mesin pompa air di kedalaman lk. 3m untuk penyiraman

  • Tanah yang becek diupayakan pembuatan drainase yang baik, buat saluran air yang dalam. terhadap pH <6 perlu dilakukan pengapuran sehingga mencapai pH ideal.


papaya

Penanaman pepaya di daerah yang cukup ideal akan menghasilkan buah yang baik

Bila semua sudah siap, ada satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian serius yaitu tersedianya sarana dan prasaran produksi, mudahnya transportasi ke lokasi serta keamanan dari lingkungan sosial masyarakat sekitar perkebunan pepaya. Ini kami mengalami sendiri, dimana syarat-syarat tumbuh telah terpenuhi namun kami lupa terhadap faktor keamanan, tidak sedikit buah pepaya kami dicuri oleh masyarakat sekitar.

Bagaiman? siap Anda membudidayakan pepaya dan jadi petani?
Read more ........

Tuesday, April 7, 2009

Membuat Bibit Sendiri

Benih PepayaPerbanyakan pohon pepaya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan cara sambung, cangkok, atau dengan biji. Namun dengan cara sambung dan cangkok jarang dilakukan orang karena dirasakan sangat sulit. Cara yang paling mudah untuk perbanyakan adalah dengan biji, ini menjadi alternatif untuk mengembangbiakan tanaman pepaya yang banyak dilakukan para petani pepaya saat ini.

Penyiapan Bibit

Benih pepayaSaat ini bibit sangat mudah didapat di toko-toko benih pepaya, namun demikian ini masih harus dibuktikan terlebih dahulu. Apakah bisa beradaptasi dengan iklim setempat, mengingat sifat tanaman pepaya sangat peka terhadap pengaruh suhu dan kelembaban. Oleh karena itu para petani lebih senang membuatnya sendiri benih pepaya atau paling tidak untuk pemuliaan membeli bibit yang terpercaya hasil penangkaran di balai penangkaran.

Cara Penyiapan Bibit

Benih pepayaBibit kita ambil dari pohon pepaya yang besifat unggul, produktif dan berkualitas serta dalam satu tahun berbuah pada dua kali musim terus menerus. Buah pepaya yang akan dijadikan benih adalah yang masak pohon atau yang telah tua betul dam dalam keadaan baik dengan bentuk bulat panjang. Makin tua atau makin masak ini akan mempercepat perkecambahannya.

Biji yang akan dijadikan benih diambil dari 2/3 bagian buah, 1/3 bagian pangkal tidak digunakan. Sebaiknya sebelum di potong buah pepaya diguncang-gunjangkan terlebih dahulu dan biji yang rontok tidak dipakai.

Benih PepayaAmbil biji-biji dari 2/3 bagian pepaya yang masih melekat pada buah dan letakkan pada wadah seperti waskom yang berisi air, Untuk mendapatkan benih yang baik, terhadap biji-biji ini masih perlu melakukan pemilihan kembali dengan memasukan biji pepaya kedalam wadah yang telah berisi air.

Di dalam wadah biji akan terlihat ada sebagian yang mengambang dan ada yang tenggelam. Maka kita lakukan pemisahan kembali, yang mengambang kita sisihkan atau dibuang karena tidak akan kita jadikan bibit. Terhadap yang tenggelam kita pindahkan ke sebuah wadah, inilah biji-biji pepaya yang nantinya kita akan jadikan benih.

Benih pepayaLangkah selanjutnya biji-biji hasil pilihan tersebut di bersihkan dari lapisan yang lunak dan berwarna putih bening dengan membiarkan 2-3 di tempat yang teduh (jangan langsung terkena sinar matahari) lalu dicuci dengan air sampai bersih.

Penyimpanan Benih

Benih pepaya

Apabila biji-biji tadi tidak digunakan langsung perlu disimpan atau diawetkan dengan baik dengan cara: setelah dicuci dan dikeringkan biji dicampur dengan abu dapur secukupnya lalu disimpan dalam botol berwarna hijau/biru (warna gelap), atau kantong plastik dan masukan dalam kaleng yang tertutup rapat.

Sumber: http://blog.agroprima.com/
--------------------------------------------------

Read more ........

Monday, December 15, 2008

Jus buah vs Soft Drink

Buah itu enak dan perlu. Enak karena dari bayi sampai dewasa menyukai buah. Perlu karena buah itu mengandung vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia bahkan penelitian terakhir buah berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit antara lain kanker dan stroke. Beberapa jenis sayuran tertentu juga dapat dibuat Juice (jus) yang tidak kalah enaknya dengan buah.

Masalah yang dihadapi adalah bagaimana mempopulerkan konsumsi buah/sayur sehari-hari dalam rumah tangga. Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari demikian digandrunginya soft drink oleh generasi muda kita yang seolah-olah sudah menjadi gaya hidupnya pada masa kini. Mungkin hal ini karena gencarnya promosi soft drink, pada hal apabila ditinjau dari segi gizi, soft drink tidak lebih dari "pepesan kosong" saja. Meminum soft drink tidak lebih dari memperoleh tambahan energi saja. Padahal apabila soft drink dapat digantikan dengan jus buah dan sayur segar, maka manfaat ganda akan diperoleh, baik bagi kesehatan maupun bagi pertaniannya sendiri.
Untuk dapat lebih mempopulerkan penggantian soft drink dengan jus buah dan sayur segar perlu tersedia alat juicer dan blender dalam rumah tangga. Alat ini sekarang sangat mudah diperoleh di toko-toko. Disamping itu masyarakat perlu diberikan penyuluhan mengenai seluk beluk manfaat dan khasiat buah dan sayur dan cara memilih buah dan sayur yang baik dan yang tersedia dipasar untuk dibuat jus. Aspek keamanan buah dari pencemaran bakteri dan bahan kimia (pestisida) juga perlu dimasyarakatkan.
Read more ........

Friday, December 12, 2008

Panen Buah2an di Kota Jakarta

Ini patut ditiru oleh kota-kota besar lainnya di tanah air kita, khususnya di kota-kota besar yang sudah cukup tinggi tingkat polusinya. Sebagaimana dimuat di SK Kompas cetak hari ini, 12 Des'08 pada rubrik METROPOLITAN halaman 27, "Penghijauan Panen Buah-buahan di Kota Jakarta". Tidak saja dapat menurunkan tingkat polusi tapi bermanfaat bagi masyarakat sebagai peneduh, penahan air dan memperindah taman kota.

Kebetulan saat ini di pekarangan rumah rambutan saya sudah mulai matang, pohon yang cukup besar disamping membuat teduh disekitar pohon juga jadi tempat bermain anak-anak dengan dibuatkan ayunan dari tambang. Memang terasa sekali manfaatnya menanam pohon2 produktif di pekarangan rumah disamping memperindah juga buahnya dapat dinikmati dengan gratis.
Read more ........

Thursday, December 4, 2008

Perhatian Media Cetak terhadap Petani Luar Biasa

Beberapa media terutama Kompas Cetak kami berikan apresiasi yang sangat tinggi dengan banyak memuat berita tentang dunia pertanian kita terutama nasib para petani, yang katanya kita sebagai negara agrasir. Juga kami berikan kepada "Koran Jakarta" yang mewawancarai saya sebagai petani buah2an.



Dengan banyaknya pemberitaan di surat kabar cetak tentang dunia pertanian kita, kami berharap Pemerintah mau tergerak semakin dalam keberpihakannya kepada petani yang tidak mungkin berdirin sendiri. Sebagaimana di negara maju sekalipun uluran tangan pemerintah mutlak dibutuhkan.
Terima kasih kepada wartawan Koran Jakarta (yna) dan Kompas (bs) perbanyak pemberitaan tentang dunia pertanian kita.
Read more ........

Thursday, October 16, 2008

World Food Day and Independence Farmers

We take over the title of the paper Khudori (The Social-Economic Problems of Agriculture) that the decree was published in Kompas on Thursday, 16 October 2008 in the Opinion column, for more detail can be read here. I’m trying former civil servants, farmers, but it does not have much knowledge in the field of agriculture, read the paper to encourage the development of agriculture in our country.

Perhaps the concept of change in truth there is a paradigm of Food Security to the Food Kedaulatan as expressed Pa Khudori, because the food is not who offers produce, from which food is produced and how important that is available does not care enough food imports or food from their own.

I strongly support the paradigm of food sovereignty, may eventually produce farmers will be protected from invasion import products, with the sovereignty possible food will get better facilities in the access to capital and technology also is the first since the expectations of the farmers.

However, a question that shocked the Government developed in this era of globalization? Can protect farmers. Attendance Law No. 7 / 1996 on Food, with the hope that the birth of food security, but that there is the ever self-sufficiency of rice to be imported rice.
So once again the waiting farmers not change the paradigm of the future only so retorikan and political commodity, but something tangible that can be felt.

Sorry if less well in English, I make assisted by google translate
If you want to visit the Indonesian language http://blog.agroprima.com/?p=44
Read more ........

Hari Pangan Sedunia dan Kemandirian Petani

Judul diatas kami ambil dari tulisan Khudori (Peminat Masalah Sosial-Ekonomi Pertanian) yang dimuat pada SK Kompas hari Kamis, 16 Oktober 2008 pada kolom Opini, untuk selengkapnya dapat dibaca disini. Saya mantan PNS sedang mencoba jadi petani namun tidak mempunyai banyak pengetahuan di bidang pertanian, membaca tulisan tersebut mendorong saya untuk mencermati perkembangan pertanian dalam negeri kita.


Mungkin ada benarnya konsep merubah paradigma dari Ketahanan Pangan menuju Kedaulatan Pangan sebagaimana diutarakan Pa Khudori, Karena pada ketahanan pangan tidak menyoal siapa yang mempoduksi, dari mana diproduksi dan bagaimana pangan itu tersedia yang penting pangan cukup tidak peduli dari impor atau pangan sendiri.

Saya sangat mendukung dengan paradigma dengan kedaulatan pangan, mungkin nantinya produksi petani akan terlindungi dari serbuan produk impor, mungkin dengan kedaulatan pangan akan mendapat kemudahan-kemudahan baik dalam akses permodalan juga teknologi dan ini memang sejak dulu harapan para petani.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan sanggupkah Pemerintah mewujudkannya di era globalisasi ini? sanggupkah melindungi petani.

Kehadiran UU Pangan No. 7/1996 tentang Pangan, dengan harapan melahirkan ketahanan pangan tapi yang terjadi justru sebaliknya dari pernah swasembada beras menjadi impor beras.

Jadi sekali lagi yang di tunggu para petani bukan perubahan paradigma yang nantinya hanya jadi retorikan dan komoditi politik, tapi sesuatu yang nyata yang dapat dirasakan langsung yang dapat mengangkat harkat para petani, simpel kok.
Read more ........